Jawa Pos Radar Madiun – Produk Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Kota Madiun disiapkan naik kelas.
Pemkot Madiun bakal membuka kios P2L untuk memasarkan hasil panen, terutama sayuran, sekaligus membuka peluang merambah pasar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Plt Wali Kota Madiun F Bagus Panuntun bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) meninjau calon lokasi kios di kawasan Kecamatan Taman, Rabu (2/9). Lokasinya berada di depan Kantor DPRD Kota Madiun.
Kios tersebut rencananya dilengkapi fasilitas pendingin untuk menjaga kesegaran dan kualitas produk.
Sayuran hasil P2L Kota Madiun nantinya dapat dipasarkan langsung kepada masyarakat melalui lokasi tersebut.
’’Saya siapkan chiller supaya sayuran tetap segar,’’ ujar Bagus.
Menurut dia, keberadaan kios tidak sekadar menjadi tempat pemasaran.
Fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun branding produk P2L sebelum merambah pasar yang lebih luas.
Apalagi, pengembangan P2L di Kecamatan Taman dinilai menunjukkan hasil positif.
Salah satunya P2L Pari Mandiri yang tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menjadi sarana edukasi pertanian.
Setelah kualitas produk dan branding terbentuk, Pemkot Madiun bakal menjajaki peluang memasok kebutuhan sayuran ke SPPG.
Peluang tersebut diharapkan dapat memperluas pasar sekaligus meningkatkan pemanfaatan hasil P2L.
’’Kita harus branding terlebih dahulu. Pemkot memiliki kios dan kualitas sayur, baru nanti terjun ke SPPG,’’ jelasnya.
Bagus berharap lokasi kios yang strategis dapat mendekatkan produk P2L kepada masyarakat.
Keberadaan fasilitas penyimpanan dingin juga diharapkan mampu mempertahankan kualitas sayuran sebelum sampai ke konsumen.
’’Harapannya mendukung pemasaran produk sayuran P2L,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto