Jawa Pos Radar Madiun - Jarul menyatakan Pemerintah Dunia sebagai musuh bangsa Elbaph di cerita baca komik One Piece 1172.
Kepada rakyat Elbaph, Jarul sempat mengungkap kembali tragedi kematian Raja Harald 14 tahun silam.
Namun, Jarul memelintir sebagian cerita, menggeser fokus dari konflik internal menuju ancaman musuh nyata, demi membangkitkan amarah, keberanian, dan tekat juang para prajurit raksasa.
Pada saat yang sama, pidato tersebut juga memulihkan citra Loki, yang selama ini dicap sebagai pembunuh Harald.
Jarul menegaskan bahwa Loki bukan penjahat, melainkan sosok yang menanggung kebencian bangsa terhadap Pemerintah Dunia, demi mencegah Elbaph kembali menjadi negeri haus perang.
Berikut ini dialog lengkap Jarul di baca komik One Piece 1172.
Baca Juga: Imu One Piece Bisa Mati, Ini 3 Cara yang Telah Terungkap untuk Mengalahkan sang Penguasa Dunia
Pengakuan sebelum Mati
(Desa Barat)
Raksasa: Ayo kita kabur, Jarul-sama! Dengan keadaan Kapten Dorry dan Kapten Brogy sekarang, tidak ada yang bisa mempengaruhi mereka!
Jarul: Jika kalian ingin pergi, pergilah… Aku tidak akan mundur! Aku punya sesuatu untuk diceritakan kepada seluruh Elbaph….
(Jarul mengaktifkan siput transponder komunikasi dan berbicara kepada seluruh Elbaph)
SFX: KLIK!
Jarul: DENGARKAN AKU, ELBAPH!!! Sebelum aku mati, ada sesuatu yang harus kalian semua ketahui…
Para Raksasa: Jarul-sama?!
Jarul: Dahulu kala, Raja Harald yang agung pernah menginginkan Elbaph bergabung dengan Pemerintah Dunia. Ia ingin kita hidup berdampingan secara damai dengan seluruh dunia!!
Gunko/Imu: ……
Jarul: Namun pada hari terkutuk itu… 14 tahun yang lalu… kita dikhianati dan ditolak…
Raksasa: Jarul-sama…
Jarul: Aku melihatnya… iblis itu… sosok yang membunuh Harald…!! Aku juga melihatnya membantai para prajurit!!
Harald bertarung… dia bertarung… agar Elbaph tidak pernah jatuh di bawah kekuasaan iblis itu…!! Dan dia gugur…!!
Raksasa: APA!? Kupikir Raja dibunuh oleh Loki…!!
Jarul: Jika saat itu aku mengatakan kebenaran, rakyat pasti akan bangkit untuk membalas dendam atas kematian Raja… dan Elbaph akan kembali menjadi bangsa haus perang, sesuatu yang tidak pernah diinginkan Harald…
Karena itulah aku memilih diam!! Dan soal Loki…!! Dia menanggung amarah seluruh bangsa sendirian dan berlayar meninggalkan negeri ini!!
Dia memang bodoh dan ceroboh… tapi Loki tidak bersalah!!!!
Para Raksasa: APA?!!
Zoro: Ceritanya memang agak melenceng, tapi… cara menyampaikannya pas.
Hajrudin: Itu terlalu memujinya…!!
Jarul: Namun hari ini…!! Kupikir mereka sudah menyerah… tapi rupanya mereka kembali membutuhkan kekuatan raksasa…
Mereka muncul lagi, tiga iblis yang ingin menundukkan negeri ini di bawah “kekuasaan” mereka!!
Jarul: Hei, dasar iblis-iblis keparat!! Jika nyawa anak-anak yang jadi taruhannya, kami tak akan ragu membuang “budaya” dan “sejarah” kami!!
Tapi kalau kalian berpikir ancaman itu bisa menghancurkan semangat kami… kalian salah besar…!!
Jangan berharap kami memiliki kesabaran setinggi Harald saat berada di bawah tekanan!
Bicara soal “penaklukan” dan “budak”… apa kalian tahu kepada siapa kalian sedang berbicara?!
Maafkan aku, anak-anak… tolong tutup telinga kalian!
Usopp: Benar sekali! Katakan pada mereka, Jarul!! Elbaph yang kukagumi tak akan pernah kalah dari siapa pun!!
Jarul: Jika suatu hari dunia benar-benar terbelah, seperti yang diramalkan dalam “Harley”, maka… Kami, bangsa Elbaph, dengan ini MENYATAKAN PEMERINTAH DUNIA SEBAGAI MUSUH!!!
Apa kalian pikir bisa membuat kami tunduk dengan “Duri”, “Reversi”, atau “Ilusi” murahan itu?!
Gunko/Imu: ……
Zoro: Aku suka kakek tua ini…
Hajrudin: Wajar saja, 300 tahun lalu dia adalah orang terkuat di lautan ini!!!
Jarul: Kami tak akan pernah tunduk pada kekuasaan kalian! Benar begitu, wahai para prajurit Elbaph yang bangga?!!
Para Raksasa: BENAR, JARUL-SAMA!!!
Usopp (mata berubah jadi hati): Gyah~~!!! Elbaph yang benar-benar kucintai telah kembali!!!
Jarul: LINDUNGI KEDAMAIAN… YANG TELAH DIIMPIKAN OLEH HARALD!!!
Para Raksasa: WOOOOAAAAAHHH!!! (cor)
Editor : Andi Chorniawan