KOTA, Jawa Pos Radar Madiun - Pedagang yang akan menempati lantai dua Pasar Sleko pascarenovasi hingga kini belum fixed. Sebab, selain 40 pedagang aktif, masih ada pedagang ojokan (tanpa kios atau los). ‘’Itu kami ketahui saat sosialisasi kepada para pedagang,’’ kata Kabid Pengelolaan Pasar Disdag Kota Madiun Tugas Prasetyo, Sabtu (16/4).
Mereka menempati selasar pasar dan membawa barangnya usai berjualan. Pihaknya mendata ada 20 pedagang jenis ini. Namun, saat sosialisasi pekan lalu, yang ikut lebih dari 20 orang. Sehingga, harus didata ulang. ‘’Kami hanya pastikan yang masih aktif,’’ ujarnya.
Pedagang ojokan itu sebelumnya berjualan di halaman Pasar Sleko. Sempat ditertibkan dan diberi tempat di lantai dua Pasar Sleko yang masih kosong. Rata-rata pedagang sayuran, makanan ringan, dan ikan. ‘’Kami data nama pedagang dan jenis barang yang dijual,’’ tuturnya.
Namun, kios yang bakal dibangun ulang di lantai dua nanti tidak menyediakan tempat untuk mereka. Total ada 51 kios dengan ukuran 4x4, 4x4, dan 4x5 meter persegi. Sedangkan, pedagang pemilik kios maupun los 40 orang. Lantai dua rencananya dikonsep layaknya mal. Sehingga dipastikan tidak ada pedagang buka lapak di selasar. ‘’Tapi, kami tetap memikirkan pedagang ojokan,’’ ungkapnya.
Kepala Disdag Kota Madiun Ansar Rasidi menambahkan, sisa kios yang masih kosong untuk pedagang baru. Sebab, lantai dua Pasar Sleko nanti difokuskan pada barang-barang elektronik dan jasa (perbankan atau perkreditan). ‘’Sesuai anjuran dari wali kota, semua pedagang konveksi dipindah ke Pasar Besar Madiun,’’ kata Ansar.
Beberapa pedagang di lantai dua Pasar Sleko ada yang tidak aktif berjualan lantaran pandemi. Namun, mereka dipastikan bakal mendapatkan jatah kios. ‘’Mereka sudah setuju meskipun nantinya dapat tempat yang sempit,’’ klaimnya. (mg7/c1/sat/her)
Editor : Hengky Ristanto