‘’Sepak bola api kami masukkan dalam rangkaian kegiatan hari santri nasional (HSN),’’ kata Trisna Hanifa Hasan, loordinator kegiatan HSN 2022 Kota Madiun.
Pertunjukan unik ini banyak mencuri perhatian penonton. Sebelumnya, penonton dihebohkan dengan permainan barongsai. Pada akhir penampilannya, pemain barongsai menendang sebuah bola api. ‘’Penonton malam itu sangat antusias jika dibanding tahun-tahun sebelumnya,’’ ujarnya.
Hanifa mengungkapkan bahwa pertunjukan sepak bola api sebenarnya sudah ada sebelum pandemi Covid-19. Tiga tahun sebelum pagebluk korona sudah menjadi pertunjukan rutin peringatan HSN.
‘’Kali ini support dari pemerintah membuat kami bisa menunjukkan budaya nenek moyang kita yang hampir punah. Pun, agar masyarakat tahu sepak bola api ada di Kota Madiun,’’ ungkapnya.
Menurut dia, kegiatan ini sempat terkendala perizinan. Terutama terkait rumput alun-alun yang berpotensi terbakar. ‘’Setelah kami sounding ke event organizer pemkot dan melobi semua elemen pemerintahan, akhirnya dapat izin. Namun selama pelaksanaan harus dipagari,’’ bebernya.
Dia menambahkan, seluruh peserta sepak bola api tidak mendapatkan pelatihan intens sebelumnya. Bolanya berbahan buah kelapa yang direndam minyak tanah selama hampir satu bulan dan dibakar. ‘’Setelah pertandingan banyak pemain yang kesakitan. Namun, mereka tertantang dengan pengalaman pertamanya,’’ jelasnya. (mg4/sat) Editor : Hengky Ristanto