KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ribuan pendekar dari berbagai daerah diperkirakan bakal datang berbondong-bondong ke Kota Madiun saat pelaksanaan Suroan dan Suran Agung. Tradisi inipun menyita perhatian pihak kepolisian dan Pemkot Madiun.
Kemarin (14/7), rapat koordinasi (rakor) lanjutan terkait pengamanan Suroan dan Suran Agung kembali digelar. Tujuannya untuk memastikan seluruh pihak yang terlibat dalam pengamanan kegiatan tersebut mengetahui tugasnya masing-masing. ‘’Saya tekankan, aman itu bukan tanggung jawab salah satu pihak, tapi juga kita semua,’’ kata Kapolres Madiun Kota AKBP Agus Dwi Suryanto di Gedung Diklat.
Dia mengungkapkan, keamanan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya satu pihak. Selama pengamanan kegiatan Suroan dan Suran Agung, menurutnya, tiga pilar memiliki peran cukup besar memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk ikut menciptakan situasi aman dan kondusif.
‘’Mari kita sama-sama jaga keamanan dan ketertiban. Karena aman itu adalah kebutuhan yang hakiki, kebutuhan mendasar setiap manusia. Kegiatan bisa berjalan lancar, dan tertib salah satunya aman dulu,’’ terang lulusan Akpol tahun 2004 tersebut.
Agus menambahkan, penyekatan di pintu masuk Kota Madiun akan dilakukan mulai H-2 pelaksanaan Suroan dan Suran Agung. Kemudian, pengamanan bakal ditingkatkan ketika Suroan dan Suran Agung berlangsung.
‘’Karena sudah ada komitmen acara hanya dihadiri perwakilan pengurus (cabang) maksimal 10 orang, maka kami minta kerja samanya dari perguruan silat untuk mendata tamu yang hadir,’’ ujar kapolres.
Wali Kota Madiun Maidi menegaskan keamanan harus dikedepankan selama Suroan dan Suran Agung. Bahkan, pihaknya meminta petugas untuk tidak ragu menindak tegas para pendekar yang berbuat onar dan nekat memaksa masuk Kota Madiun.
‘’Semua perguruan itu pasti melarang adanya konflik. Melarang perbuatan yang kurang menyenangkan. Maka saya mengharapkan para pendekar ini menunjukkan etika yang baik,’’ tuturnya.
Di sisi lain, Maidi berharap Suroan dan Suran Agung ke depannya dapat diisi dengan kegiatan positif. Misalnya, dengan dikemas menjadi sebuah pertunjukan seni pencak silat atau pendekar wisata. Pelaksanaannya dapat memanfaatkan lokasi wisata yang ada di Kota Madiun. ‘’Secara tidak langsung itu akan mempromosikan kota ini. Dampaknya, perekonomian akan tumbuh,’’ terang mantan Sekda Kota Madiun tersebut.
Sebaliknya, kata Maidi, jika terjadi kericuhan saat pelaksanaan Suroan dan Suran Agung nanti berpotensi membuat citra Kota Madiun tercoreng. ‘’Kalau Kota Madiun itu tidak aman, ekonomi akan mati. Makanya, mari kita sama-sama mewujudkan Kota Madiun ini aman, nyaman, dan damai,’’ tandasnya. (ggi/her)
Editor : Mizan Ahsani