KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - April bulan Kartini. Puluhan nenek-nenek di Kota Madiun jadi model dadakan dalam fashion show di rumah dinas Wali Kota Madiun, Rabu (17/4).
Para peserta antusias mengikuti acara untuk menyongsong Hari Kartini, Minggu (21/4), itu. ''Saya siap-siap mulai pukul 03.00,'' kata Sri Susuwati, 71, salah seorang peserta fashion show.
Tiap kelurahan di kota ini mengirim dua delegasi. Dengan kata lain, total 54 perempuan lansia ambil bagian dalam fashion show tersebut.
Rentang usia peserta 60-73 tahun. Sri tampil dengan kebaya. Atasan berwarna merah, bawah cokelat. Sanggul komplet tusuk konde yang dipakainya diberi kembang melati.
''Persiapan fisik, makan, minum, dan tidur teratur,'' ungkapnya.
Di momen Kartini tahun ini, Sri ingin anak-anak muda lebih giat dalam segala hal.
Termasuk, sekolah yang benar agar bisa menghidupi diri sendiri.
''Harus bisa berguna dan berhasil untuk keluarga dan bangsa,'' pesannya.
Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, perjuangan Kartini dahulu terkait emansipasi. Yang mana, perempuan memiliki hak setara dengan pria.
Namun, tidak menghilangkan rasa hormat seorang perempuan.
''Ibu-ibu harus berjuang mengisi hasil perjuangan Kartini, mengasuh anak agar menjadi orang-orang hebat dari Madiun,'' ujar Maidi.
Menurut Maidi, ibu-ibu memiliki peran penting dalam investasi pendidikan kepada putra maupun putrinya.
''Saya berpesan kepada Kartini masa kini untuk mengikuti perubahan zaman,'' pungkasnya. (mg1/her/*)
Editor : Mizan Ahsani