Jawa Pos Radar Madiun – Momentum Ramadhan 2025 berdampak signifikan terhadap angka inflasi di Kota Madiun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi bulan Maret mencapai 1,41 persen.
Kepala BPS Kota Madiun Abdul Aziz menjelaskan, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga menjadi penyumbang inflasi tertinggi, dengan andil sebesar 0,81 persen.
‘’Pemicunya karena diskon tarif listrik dari pemerintah yang berakhir pada Februari lalu,’’ ujarnya, Rabu (9/4).
Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menempati posisi kedua dengan kontribusi inflasi 0,45 persen. Kenaikan harga cabai rawit, bawang merah, daging ayam, beras, hingga pepaya turut mendorong inflasi bulan lalu.
Khusus bawang merah, Aziz menyebut adanya penurunan produksi akibat tingginya curah hujan dan banjir di sejumlah sentra pertanian.
‘’Produksi terganggu, pasokan menipis, akhirnya harga naik,’’ imbuhnya.
Meski demikian, inflasi juga sedikit ditekan oleh penurunan harga sejumlah komoditas seperti telur ayam, wortel, kacang panjang, jeruk, kemiri, hingga pakaian seperti kaus dan kemeja perempuan.
BPS mencatat, inflasi pada Maret terjadi di seluruh kota penghitungan di Jawa Timur. Inflasi tertinggi tercatat di Sumenep sebesar 1,91 persen, sementara yang terendah terjadi di Surabaya dengan angka 1,30 persen.
‘’Fluktuasi harga selama Ramadhan memang memengaruhi pola konsumsi masyarakat. Maka penting bagi daerah menjaga ketersediaan dan distribusi bahan pokok,’’ pungkasnya. (her)
Editor : Hengky Ristanto