Jawa Pos Radar Madiun - Semangat menjaga bumi bukan hanya jargon di MTsN 2 Madiun.
Madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama ini membuktikan bahwa cinta lingkungan bisa
ditanamkan sejak dini melalui inovasi pembelajaran karakter.
Sejak 2023, madrasah ini telah menjelma menjadi sekolah yang hijau, bersih, dan berdaya melalui kolaborasi menyeluruh bersama wali murid, aparat pemerintahan, dan masyarakat sekitar.
“Inovasi ini kami tanamkan kepada peserta didik agar karakter cinta lingkungan tumbuh dan terbawa hingga ke rumah dan masyarakat,” terang Kepala MTsN 2 Madiun Ummu Nadifah.
Cinta lingkungan bukan sekadar teori. Setiap Kamis di jam terakhir, seluruh siswa MTsN 2 Madiun terjadwal menyiram tanaman, mengganti tanaman yang rusak, membersihkan kelas, dan merawat tanaman peneduh di madrasah.
Nilai-nilai ini pun dimasukkan langsung ke dalam kurikulum, sehingga tercipta suasana belajar yang berbasis alam dan relevan dengan program madrasah hijau.
Tak hanya itu, wali murid turut menyumbang tanaman hias, tanaman produktif, tanaman toga, dan tempat sampah sebagai wujud dukungan terhadap program madrasah.
Lomba kebersihan antar kelas pun rutin digelar tiap semester untuk memantik semangat kompetitif dalam menjaga lingkungan.
Komitmen terhadap lingkungan juga datang dari para guru dan tenaga kependidikan.
Lewat program Kemenag RI, setiap guru dan tenaga kependidikan
diwajibkan menanam satu pohon matoa di lingkungan madrasah.
Matoa dipilih karena selain estetis, pohon ini berperan penting dalam menjaga kelembaban dan menciptakan udara segar.
Tak kalah inovatif, para siswa MTsN 2 Madiun juga menciptakan pupuk cair organik B5, hasil pengolahan sampah kompos yang mereka pelajari secara langsung.
Proyek ini dibimbing para guru, menciptakan siklus belajar yang terintegrasi antara teori, praktik, dan karakter.
MTsN 2 Madiun kini sedang mempersiapkan diri menuju predikat Madrasah Adiwiyata yang berkelanjutan, sebuah pengakuan untuk sekolah berwawasan lingkungan.
Berbagai upaya itu membawa sekolah ini menyabet penghargaan Innovative Learning dalam ajang Radar Madiun Education Awards 2025.
“Kami ingin menjadi contoh bagi madrasah lain bahwa cinta lingkungan bisa dibentuk dan ditumbuhkan secara berkelanjutan,” kata Ummu. (afi/*/naz)
Editor : Mizan Ahsani