Jawa Pos Radar Madiun - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf mengingatkan para pejabat Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) agar menjaga integritas dalam seluruh pelayanan ibadah haji.
Ia menegaskan pentingnya layanan yang transparan, akuntabel, bersih, dan bebas dari praktik penyimpangan.
“Kami menekankan pentingnya integritas tinggi dan melarang keras adanya permainan sedikit pun dalam pelayanan haji,” ujar Gus Irfan, sapaan akrabnya, saat memberikan keterangan di Madiun, Jumat (28/11) lalu.
Kemenhaj RI saat ini tengah menggencarkan sosialisasi kelembagaan dan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026 di berbagai daerah.
Struktur kelembagaan kantor wilayah (kanwil) tingkat provinsi serta kantor Kemenhaj kabupaten/kota di seluruh Indonesia telah dirampungkan.
Reformasi kelembagaan, lanjutnya, dipastikan terus berjalan untuk memperkuat sistem penyelenggaraan haji.
“Pejabat eselon yang ada akan dilantik sebagai pelaksana tugas kepala kanwil atau kantor. Mereka bisa menjadi pejabat definitif dengan syarat mutlak apabila penyelenggaraan haji 2026 sukses dan bebas dari pelanggaran,” tegasnya.
Gus Irfan juga menyoroti Kota Madiun yang hingga kini belum memiliki Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT).
Menurutnya, ketersediaan PLHUT sangat penting untuk mempermudah pendaftaran, pembinaan, dan berbagai keperluan jamaah melalui layanan satu pintu.
“Kota Madiun termasuk yang belum ada PLHUT. Anggarannya ada, tetapi tanahnya belum. Pak wali tadi menyanggupi untuk hibah tanah,” ujarnya.
Wali Kota Madiun Maidi menyambut positif rencana tersebut.
Ia menyebut masyarakat Kota Madiun memiliki antusiasme tinggi untuk beribadah ke Tanah Suci sehingga layanan prima menjadi kebutuhan mendesak.
Baca Juga: Heboh Kakak Jual Video Viral Adik di Telegram, Polres Magetan Amankan Pelaku
“Masyarakat Kota Madiun cukup banyak yang ingin ke Tanah Suci dan harus terlayani secara maksimal. Ini tampaknya akan segera terwujud,” kata Maidi.
Ia memastikan lahan untuk pembangunan PLHUT telah disiapkan.
Selain ada pertemuan langsung dengan menteri, Maidi menyebut adanya kedekatan personal antara Gus Irfan dan Kota Madiun menjadi nilai tambah.
“Ibu Pak Menteri merupakan orang Kota Madiun yang tinggal di Jalan Dr Soetomo. Ini tentu satu keuntungan bagi kita, terutama untuk program haji dan umrah dari pusat,” ungkapnya.
Maidi menyampaikan terima kasih atas kunjungan Menhaj RI ke Kota Madiun dan berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah berjalan semakin optimal.
“Terima kasih Pak Menteri sudah berkunjung ke kampung halaman. Semoga perhatian ini membawa manfaat besar bagi masyarakat Kota Pendekar,” ujarnya. (naz)
Editor : Mizan Ahsani