Jawa Pos Radar Madiun – Harga emas kembali meroket. Saat ini, harga emas Antam di Galeri 24 Madiun menembus Rp 3.086.000 per gram.
Meski sempat terkoreksi Rp 17 ribu pada pukul 10.00 WIB menjadi Rp 3.069.000 per gram, tren harga emas masih bertahan di level tinggi.
Manajer Distro Galeri 24 Madiun, Eko Hendaryanto, mengatakan lonjakan harga emas dipicu ketidakpastian global akibat konflik antarnegara yang berdampak pada perekonomian dunia, termasuk Indonesia.
Kondisi tersebut mendorong masyarakat menjadikan emas sebagai aset lindung nilai (safe haven).
“Emas cenderung bertahan saat inflasi naik, nilai tukar melemah, dan pasar bergejolak. Karena itu minat masyarakat justru meningkat,” ujarnya.
Selain faktor global, fenomena fear of missing out (FOMO) turut mendorong lonjakan permintaan.
Meski harga telah menembus Rp 3 juta per gram, daya beli masyarakat dinilai masih kuat.
“Alhamdulillah, minat beli masih meningkat,” kata Eko.
Pada harga Rp 3.069.000 per gram, nilai buy back tercatat Rp 2.654.000 per gram.
Angka tersebut turun sekitar Rp 20 ribu dibanding buy back sebelum koreksi yang sempat berada di Rp 2.674.000 per gram.
Tingginya permintaan membuat stok emas fisik di Galeri 24 Madiun terbatas sejak awal Januari.
Namun, Eko menegaskan kondisi itu bukan karena kehabisan pasokan, melainkan adanya pembatasan distribusi dari pusat. “Stok ada, tapi terbatas,” jelasnya.
Saat ini, pengiriman emas dari pusat dibatasi maksimal 10 keping per hari dengan denominasi mulai 0,5 gram hingga 10 gram.
Dampaknya, antrean pembeli mencapai 15–30 orang setiap hari.
Bahkan, sebagian warga rela datang sejak pukul 05.30 WIB untuk mengamankan pembelian emas.
Sebagai alternatif, Galeri 24 mengarahkan masyarakat memanfaatkan layanan cicil emas atau tabungan emas melalui aplikasi Pegadaian.
“FOMO beli emas masih akan berlanjut hingga 2026,” pungkas Eko. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto