Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Detik-Detik Rumah Ambruk di Madiun, Suara Atap Berderak Selamatkan Bapak dan Anak

Erlita H • Senin, 2 Maret 2026 | 03:53 WIB

TAK BERATAP: Kondisi salah satu ruangan rumah Wahyu Zu’ari di Kelurahan Manguharjo yang ambruk akibat material atap lapuk, Minggu (1/3). BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
TAK BERATAP: Kondisi salah satu ruangan rumah Wahyu Zu’ari di Kelurahan Manguharjo yang ambruk akibat material atap lapuk, Minggu (1/3). BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Suara kayu berderak menjadi penyelamat Wahyu Zu’ari dan putrinya, Nabila Engrasia Maharani Putri.

Beberapa detik setelah keduanya keluar rumah, atap hunian mereka di Jalan Sultan Trenggono No. 27, Kelurahan Manguharjo, roboh kemarin pagi (1/3).

Peristiwa terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Nabila yang baru selesai mandi mendengar bunyi “kretek-kretek” dari bagian atap rumah.

Merasa curiga, dia langsung membangunkan ayahnya yang saat itu sedang tidur.

Tak lama kemudian, atap rumah ambruk dan menimpa hampir separuh bangunan, terutama bagian dapur hingga depan kamar mandi.

’’Beruntung saya dan anak langsung keluar rumah lalu melapor ke RT dan RW,’’ ujar Wahyu.

Akibat kejadian tersebut, Wahyu dan putrinya sementara menumpang di rumah tetangga.

Rumah yang roboh diketahui merupakan bangunan bantuan yang diterima sekitar 13 tahun lalu.

Wahyu mengaku sebelumnya telah melaporkan kondisi rumah yang mulai rapuh.

Namun pengajuan perbaikan terkendala sertifikat rumah yang hilang karena merupakan peninggalan orang tuanya.

Terpisah, Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kota Madiun Moch. Subchan mengatakan tim reaksi cepat langsung melakukan asesmen setelah menerima laporan pukul 11.00 WIB.

’’Hasil pemeriksaan menunjukkan material atap sudah lapuk dan tidak layak sehingga roboh. Bukan karena faktor bencana alam,’’ jelasnya.

Untuk mencegah risiko lanjutan, rumah dikosongkan sementara.

Petugas bersama warga dijadwalkan melakukan kerja bakti menurunkan sisa atap dan genteng yang masih menggantung.

BPBD juga berkoordinasi dengan Disperkim, Dinsos PPPA, camat, dan lurah setempat terkait penanganan lanjutan serta bantuan sosial bagi korban.

’’Untuk besaran nilai kerugian masih dalam pendataan,’’ kata Subchan. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#rumah ambruk Madiun #rumah roboh Manguharjo #madiun #BPBD Kota Madiun #rumah bantuan roboh