Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Jaring Pemilih Pemula, KPU Kota Madiun Pantau Pemilihan OSIS dengan E-Voting

Mizan Ahsani • 2023-10-03 23:00:00
TINGKATKAN PARTISIPASI: Ketua KPU Kota Madiun Wisnu Wardhana saat menggelar sosialisasi kepada para pemilih pemula di SMKN 1 kemarin (2/10). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
TINGKATKAN PARTISIPASI: Ketua KPU Kota Madiun Wisnu Wardhana saat menggelar sosialisasi kepada para pemilih pemula di SMKN 1 kemarin (2/10). (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - KPU Kota Madiun telah menetapkan jumlah warga yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pemilu 2024 sebesar 153.880 pemilih.

Pemilih pada hajatan lima tahunan tersebut didominasi warga usia produktif. Tercatat 33.988 pemilih berusia 17–26 tahun.

Suasana pemilihan Ketua OSIS (Pilos) di SMKN 1 Madiun kemarin (2/10) berbeda dengan sebelumnya. Pemilihan pimpinan dalam organisasi kesiswaan tersebut berbasis teknologi.

Sekitar 1.200 pelajar sekolah itu memilih di antara dua calon yang ada menjadi ketua OSIS untuk masa jabatan 2023–2024 menggunakan e-voting.

Pelaksanaannya diawasi langsung oleh KPU Kota Madiun. Bahkan, Wisnu Wardhana, ketua lembaga penyelenggara pemilu di daerah itu turun langsung.

Selain melihat, dia juga ikut memberikan sosialisasi tentang pentingnya kepemiluan. Siswa juga diajak aktif terlibat dalam tahapan pemilu.

Dengan harapan, mereka yang termasuk dalam pemilih pemula tersebut bisa mengetahui lebih jelas tentang bakal calon legislatif (bacaleg) pilihannya.

Pun, Wisnu dibikin kagum dengan model pemilihan ketua OSIS menggunakan sistem e-voting. Dia mengapresiasi langkah dari SMKN 1 Madiun.

Sebab, dengan hanya menggunakan link aplikasi dan memasukkan nomor induk siswa nasional (NISN) dan tanggal lahir, para pelajar bisa memakai hak pilihnya.

Bahkan, tak sampai satu menit, mereka bisa langsung melihat jumlah hasil pemungutan suara tersebut.

Wisnu menilai cara itu terbilang efektif. Bukan hanya dari sisi waktu, tapi ketepatan hasil. "Sangat efektif dan efisien. Karena hasil (pemungutan suara) sementara sudah bisa terlihat," katanya.

Pihaknya menimbang e-voting bisa diterapkan saat pemilihan kepala daerah (pilkada) 2024.

Hanya saja, dibutuhkan kajian terkait keamanan dan jaminan tidak ada kecurangan dalam penggunakan informasi teknologi (IT).

"Kembali lagi dari kebijakan pemangku kepentingan di tingkat nasional untuk pilkada dan pemilu. Tapi, di Kota Madiun ini ya kita bisa menginisiasi bahwa sebenarnya hal-hal terkait dengan penerapan e-voting mungkin bisa diterapkan,'' terangnya.

"Namun, tentu saja butuh kajian ya dari sisi akademis, sistem dan lain-lain sebagainya," imbuh Wisnu.

Namun, apapun itu pihaknya intens turun ke sekolah-sekolah untuk menjaring pemilih pemula agar mau ikut nyoblos di tempat pemungutan suara (TPS) sebenarnya pada 14 Februari 2024.

Karena sebanyak 33.988 pemilih Pemilu 2024 yang masuk dalam DPT berusia 17–26 tahun. Artinya, 22,1 persen pemilih di Kota Madiun nanti adalah generasi Z.

Pihaknya tak menampik pemilih pemula bisa menjadi pembeda pada gelaran pesta demokrasi lima tahunan itu. Meskipun mereka dinilai masih labil.

"Kami gencar turun ke sekolah-sekolah untuk sosialisasi kepada pemilih pemula. Ya, agar mereka nantinya mau menggunakan hak pilihnya di Pemilu 2024," terang Wisnu. (mg1/her)

Editor : Mizan Ahsani
#pemilih pemula #kota madiun #KPU #e-voting #osis