KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Penataan kawasan sentra kuliner di Jalan Rimba Darma terus dimatangkan.
Pemkot Madiun tengah serius memikirkan jenis kuliner pengisi sejumlah lapak kontainer di kawasan itu. Targetnya bisa segera beroperasi.
''Lapak kontainer ditargetkan beroperasi akhir bulan ini,'' kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi kemarin (10/1).
Ansar menyampaikan, pihaknya saat ini masih menata konsep lapak kontainer. Penentuan jenis usaha dengan konsep kontainer tengah dimatangkan.
Diupayakan, lanjut dia, kuliner kekinian yang anti mainstream. Tidak dijual kebanyakan pedagang.
Jenis kuliner harus beragam. ''Sudah ada delapan yang cocok, dua lagi segera kami selesaikan,'' ujarnya.
Ansar mengungkapkan, penataan lapak kontainer perlu dilakukan guna membangun identitas kawasan sebagai sentra kuliner.
Jika serampangan, sambungnya, tidak ada bedanya dengan lokasi lain.
Dia menekankan, penataan menyesuaikan minat pasar. ''Prinsip, jenis kuliner lengkap bagi pengunjung,’’ ungkapnya.
Ditanya ihwal lapak kontainer tambahan, Ansar mengatakan bahwa belum ada rencana terkait hal tersebut tahun ini.
Menurutnya, 10 lapak kontainer yang telah tersedia saat ini masih cukup. ‘’Untuk sementara ini, belum ada rencana penambahan lapak kontainer,’’ tuturnya.
Penataan lapak kontainer perlu keseriusan lebih ketimbang PKL. Di Rimba Darma, PKL tidak ditata jenis kulinernya.
Tiap PKL diperbolehkan menggunakan area 2,4 x 3 meter alias 7,2 meter persegi.
Saat ini, tercatat 121 PKL menempati kawasan tersebut. ‘’Tempat untuk PKL sudah penuh,’’ pungkas Ansar. (ggi/den)
Editor : Mizan Ahsani