KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Ketepatsasaran menjadi perihal penting dalam penyaluran subsidi harga bahan pokok (bapok). Di pasar murah keliling di Kota Madiun, diberlakukan pembatasan penerima.
‘’Tersedia 100 kuota penerima subsidi per kelurahan,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun Ansar Rasidi, Selasa (19/3/2024).
Pasar murah keliling digelar selama Ramadan. Pemkot menggelar program subsidi bapok ke 27 kelurahan. Skema penyalurannya, tiga kelurahan di satu hari dan satu lokasi.
Dengan program ini, masyarakat bisa mendapat bapok dengan harga miring ketimbang pasar. ‘’Yang menerima itu hasil rekomendasi lurah, masyarakat yang membutuhkan,’’ ujarnya.
Terkait 100 kuota penerima per kelurahan itu, Ansar mengamini bahwa pihaknya memang membatasi.
Nanti, lanjut dia, akan ada tambahan di bazar Ramadhan. ‘’Kami menargetkan 500-700 pack (bahan pokok, Red) di bazar Ramadan,’’ ungkapnya.
Bazar Ramadan bakal dilaksanakan pada 2-3 April. Dibuka mulai pukul 09.00 WIB sampai 24.00 WIB. Persyaratannya KK dan KTP Kota Madiun.
‘’Bazar Ramadan dilaksanakan di tiga wilayah kecamatan,’’ ujarnya.
Sekadar diketahui, komoditas bapok yang sedang naik harga menjadi pilihan subsidi lewat berbagai upaya yang dilakukan.
Seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan daging ayam. Penyaluran subsidi itu juga sebagai upaya menekan angka inflasi. (mg1/den)
Editor : Hengky Ristanto