KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun - Gerakan pangan murah masif dilakukan pemerintah. Di kawasan Stadion Wilis, Senin (1/4), Pemprov Jatim turun gunung ke Kota Madiun.
Bersama pemkot setempat, berbagai komoditas bahan pokok (bapok) dengan harga miring disediakan untuk masyarakat.
''Alhamdulillah, sedikit terbantu karena saya jualan makanan matang,'' kata Ratna, salah seorang warga.
Ratna membeli beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) satu karung ukuran lima kilogram seharga Rp 51 ribu.
Kemudian, seliter minyak goreng Rp 16.500, satu kilogram bawang putih Rp 29 ribu, dan setengah kilogram bawang merah Rp 14 ribu.
''Saya juga beli lombok, seperempat kilogram Rp 5 ribu. Kalau di pasar Rp 10 ribu itu,'' ujarnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Madiun (DKPP) Madiun Totok Sugiarto mengatakan, gerakan pangan itu dilaksanakan serentak secara nasional.
Digelar dua hari, kemarin dan hari ini (2/4). Berbagai jenis bapok disediakan (selengkapnya lihat grafis).
Pelaksanaan dalam rangka mengantisipasi inflasi dan menghadapi hari besar keagamaan.
''Alhamdulillah, harga beberapa komoditas pangan sudah mulai turun, sudah terkendali,'' kata Totok.
Wali Kota Madiun Maidi meminta warga untuk berbelanja secukupnya.Tidak perlu menyetok.
Sebab, semua bahan pokok sudah disiapkan pemkot melalui beberapa cara. Seperti enam titik warung tekan (wartek) inflasi.
''Saya ingatkan, warga lebih baik menyimpan uang daripada menyetok sembako,'' ungkapnya. (mg1/den)
Gerakan Pangan Murah Jatim
- 400 karung ukuran lima kilogram beras SPHP
- 20 karung ukuran lima kilogram beras premium
- 200 liter minyak goreng
- 80 kilogram bawang putih
- 25 kilogram cabai
- 200 kilogram gula
- 60 kilogram telur