Jawa Pos Radar Madiun – Gerak grafik perekonomian Januari 2025 serupa satu dekade silam. Di Kota Madiun, tercatat deflasi 0,31 persen.
‘’Ini yang pertama sejak Januari 2015 dengan deflasi sebesar 0,15 persen,’’ kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun Abdul Aziz, Rabu (5/2).
Aziz menuturkan, deflasi pada 2015 dipicu penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). Sementara kali ini, diskon tarif listrik 50 persen disebut-sebut sebagai penyebab utama.
‘’Diskon memberikan dampak positif terhadap daya beli masyarakat,’’ ujarnya.
Catatan BPS, diskon listrik berkontribusi 1,09 persen pada deflasi Januari. Kemudian, didukung beberapa komoditas lain.
Seperti telur ayam ras, bawang merah, ketimun, tomat, pisang, kacang panjang, serta tarif angkutan antarkota.
‘’Perlu ditekankan, bahwa deflasi kali ini tidak disebabkan oleh penurunan daya beli masyarakat,’’ ungkap Aziz.
Aziz menekankan, tidak ada penurunan daya beli yang signifikan. Sebab, deflasi lebih dipengaruhi oleh diskon tarif listrik. Yang mana, setiap rumah tangga pasti menggunakan.
‘’Kemungkinan, Maret atau April 2025 listrik kembali ke tarif sebelumnya. Hal ini dapat mempengaruhi daya beli masyarakat,’’ ucapnya.
Dia berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas pasokan komoditas. Terutama, bahan pangan dengan harga yang fluktuatif.
‘’Agar daya beli masyarakat tetap terjaga,’’ pungkas Aziz. (err/den)
Editor : Hengky Ristanto