Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Ekonomi Kota Madiun Melemah, BPS Sebut Sektor Ini yang Mengalami Perlambatan

Erlita H • 2025-03-06 00:30:00
Ilustrasi Foto : Objek wisata dan pusat perekonomian baru menjadi senjata Pemkot Madiun menggaet investor untuk menanamkan modalnya. (Dokumen/JAWA POS RADAR MADIUN)
Ilustrasi Foto : Objek wisata dan pusat perekonomian baru menjadi senjata Pemkot Madiun menggaet investor untuk menanamkan modalnya. (Dokumen/JAWA POS RADAR MADIUN)

KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pertumbuhan ekonomi Kota Madiun dalam setahun terakhir melemah.

Pada 2024 tercatat sebesar 5,73 persen, mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5,80 persen.

Meski turun tipis sekitar 0,07 persen, laju pertumbuhan ekonomi Kota Madiun masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional (5,03 persen) dan Provinsi Jatim (4,93 persen).

Bahkan, jika dibandingkan dengan daerah lain di Jatim, Kota Madiun mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua setelah Kota Surabaya (5,76 persen).

Sedangkan di posisi ketiga ada Kabupaten Sidoarjo dengan pertumbuhan 5,54 persen.

’’Ada beberapa sektor yang mengalami perlambatan dan perlu menjadi perhatian,’’ ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Aziz, kemarin (4/3).

Sektor perdagangan besar dan eceran memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Madiun, yakni 26,37 persen.

Namun, sayangnya pertumbuhan sektor perdagangan hanya mencapai 4,59 persen, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5,60 persen.

’’Seandainya sektor perdagangan tumbuh lebih tinggi, pertumbuhan ekonomi Kota Madiun pasti bisa melejit,’’ tambahnya.

Menurut Aziz, perdagangan besar dan eceran masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang.

Oleh karena itu, perlu ada dorongan lebih kuat untuk meningkatkan aktivitas perdagangan agar dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Madiun semakin besar.

Di tengah perlambatan di sektor perdagangan, lapangan usaha transportasi dan pergudangan justru mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 10,95 persen di 2024.

Sektor ini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Kota Madiun.

Di sisi lain, industri pengolahan juga masih tumbuh positif sebesar 6,36 persen pada 2024, meski sedikit melambat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7,98 persen.

Sementara itu, sektor informasi dan komunikasi tumbuh 4,93 persen, juga mengalami perlambatan dari tahun sebelumnya yang mencapai 6,17 persen.

’’Penurunan ini disebabkan oleh sedikit melemahnya kinerja di beberapa sektor usaha,’’ ujar Aziz. (err/her)

Pertumbuhan Ekonomi Sejumlah Daerah di Jatim

Kota Surabaya: 5,7 persen

Kota Madiun: 5,73 persen

Sidoarjo: 5,54 persen

Kota Pasuruan: 5,45 persen

Kota Malang: 5,41 persen

Grafik Pertumbuhan Ekonomi Kota Madiun

2015: 6,15 persen

2016: 5,90 persen

2017: 5,93 persen

2018: 5,96 persen

2019: 5,69 persen

2020: -5,34 persen

2021: 4,79 persen

2022: 5,52 persen

2023: 5,80 persen

2024: 5,73 persen

Sumber: BPS Kota Madiun

Editor : Mizan Ahsani
#ekonomi #kota madiun #perlambatan #sektor #pertumbuhan