KOTA MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pertumbuhan ekonomi Kota Madiun dalam setahun terakhir melemah.
Pada 2024 tercatat sebesar 5,73 persen, mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5,80 persen.
Meski turun tipis sekitar 0,07 persen, laju pertumbuhan ekonomi Kota Madiun masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional (5,03 persen) dan Provinsi Jatim (4,93 persen).
Bahkan, jika dibandingkan dengan daerah lain di Jatim, Kota Madiun mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi kedua setelah Kota Surabaya (5,76 persen).
Sedangkan di posisi ketiga ada Kabupaten Sidoarjo dengan pertumbuhan 5,54 persen.
’’Ada beberapa sektor yang mengalami perlambatan dan perlu menjadi perhatian,’’ ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Aziz, kemarin (4/3).
Sektor perdagangan besar dan eceran memberikan kontribusi terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Madiun, yakni 26,37 persen.
Namun, sayangnya pertumbuhan sektor perdagangan hanya mencapai 4,59 persen, turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 5,60 persen.
’’Seandainya sektor perdagangan tumbuh lebih tinggi, pertumbuhan ekonomi Kota Madiun pasti bisa melejit,’’ tambahnya.
Menurut Aziz, perdagangan besar dan eceran masih memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
Oleh karena itu, perlu ada dorongan lebih kuat untuk meningkatkan aktivitas perdagangan agar dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Madiun semakin besar.
Di tengah perlambatan di sektor perdagangan, lapangan usaha transportasi dan pergudangan justru mencatat pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 10,95 persen di 2024.
Sektor ini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi di Kota Madiun.
Di sisi lain, industri pengolahan juga masih tumbuh positif sebesar 6,36 persen pada 2024, meski sedikit melambat dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7,98 persen.
Sementara itu, sektor informasi dan komunikasi tumbuh 4,93 persen, juga mengalami perlambatan dari tahun sebelumnya yang mencapai 6,17 persen.
’’Penurunan ini disebabkan oleh sedikit melemahnya kinerja di beberapa sektor usaha,’’ ujar Aziz. (err/her)
Pertumbuhan Ekonomi Sejumlah Daerah di Jatim
Kota Surabaya: 5,7 persen
Kota Madiun: 5,73 persen
Sidoarjo: 5,54 persen
Kota Pasuruan: 5,45 persen
Kota Malang: 5,41 persen
Grafik Pertumbuhan Ekonomi Kota Madiun
2015: 6,15 persen
2016: 5,90 persen
2017: 5,93 persen
2018: 5,96 persen
2019: 5,69 persen
2020: -5,34 persen
2021: 4,79 persen
2022: 5,52 persen
2023: 5,80 persen
2024: 5,73 persen
Sumber: BPS Kota Madiun
Editor : Mizan Ahsani