Jawa Pos Radar Madiun – Langkah tegas diambil Lapas Kelas I Madiun dalam memerangi peredaran narkoba di lingkungan lembaga pemasyarakatan.
Kamis (10/7), sebanyak 30 warga binaan dipilih secara acak untuk menjalani tes urine.
Pemeriksaan ini melibatkan jajaran Satresnarkoba Polres Madiun Kota dan Dinas Kesehatan setempat.
Proses dilakukan secara transparan dan ketat, memastikan tidak ada celah penyalahgunaan di balik jeruji besi.
Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Andri Setiawan, menegaskan bahwa tes urine ini merupakan bagian dari deteksi dini dan upaya preventif lapas agar selalu bersih dari narkoba.
“Ini bentuk deteksi dini sekaligus upaya preventif agar lapas tetap bersih dari narkoba,” tegas Andri.
Setiap warga binaan yang terpilih diawasi ketat saat pengambilan sampel, sehingga hasil pemeriksaan dapat dipertanggungjawabkan.
Dari hasil pemeriksaan, seluruh sampel urine yang diuji dinyatakan negatif narkoba.
Capaian ini disambut positif oleh jajaran Lapas Kelas I Madiun, sekaligus memperkuat komitmen untuk menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap zero narkoba.
“Hasil tes seluruhnya negatif. Ke depan, pemeriksaan serupa akan dilakukan secara rutin,” ujar Andri.
Pihak lapas menegaskan, program tes urine acak akan terus menjadi agenda berkelanjutan, sebagai wujud komitmen dalam mendukung program nasional pemberantasan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
Jika ditemukan ada warga binaan positif narkoba, sanksi tegas dan pembinaan akan langsung diberlakukan.
Dengan pengawasan ketat dan kerja sama lintas instansi, Lapas Kelas I Madiun berupaya keras menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari narkoba.
“Harapannya, upaya ini mampu menjaga marwah lapas sebagai tempat pembinaan, bukan tempat peredaran narkoba,” pungkas Andri. (ggi/her)
Editor : Hengky Ristanto