Jawa Pos Radar Madiun – Gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo terus bertambah tinggi.
Saat ini, ketinggiannya mencapai 20 meter. Itu dampak dari timbunan sampah harian di Kota Madiun yang tembus 120 ton.
Sampah rumah tangga menjadi penyumbang terbesar.
Melihat kondisi tersebut, Wali Kota Madiun Maidi mengimbau warga agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
Ia menekankan pentingnya kesadaran bersama untuk menjaga bumi dari ancaman limbah, khususnya sampah plastik.
’’Jangan sampai kita merepotkan kehidupan kita sendiri akibat ulah kita sendiri,’’ tegas Maidi, Selasa (15/7).
Pemkot terus menggalakkan program hidup bersih tanpa plastik.
Mengingat plastik merupakan limbah yang sulit terurai dan menyulitkan proses daur ulang, Maidi mendorong pengurangan penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Maidi menargetkan Kota Madiun bebas sampah pada 2027.
Upaya itu dimulai dari penguatan fungsi tempat pembuangan sementara (TPS) sebagai lokasi pemilahan.
Sampah yang sudah dipilah selanjutnya diolah dengan mesin menjadi pupuk organik dan produk turunan lainnya.
’’Gunung sampah yang ada saat ini bakal kami manfaatkan jadi tempat wisata,’’ ujarnya.
Pemkot memprediksi TPA Winongo akan penuh pada 2028 jika tidak ditangani secara serius.
Karena itu, pemanfaatan kembali sampah lama juga tengah dirancang.
’’Sampah 15–20 tahun lalu akan kami manfaatkan lagi,’’ pungkas Maidi. (err/den)
Editor : Hengky Ristanto