Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

7 Dapur MBG di Madiun Sudah Beroperasi, 9 Lagi Segera Menyusul!

Erlita H • 2025-10-14 16:30:00
Wali Kota Maidi dan Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Supriyadi Junianto meninjau dapur sehat MBG di Winongo yang resmi beroperasi sebagai dapur ketujuh di Kota Madiun. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN
Wali Kota Maidi dan Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Supriyadi Junianto meninjau dapur sehat MBG di Winongo yang resmi beroperasi sebagai dapur ketujuh di Kota Madiun. BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus meluas di Kota Madiun.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Minak Kuncar, Kelurahan Winongo, resmi beroperasi sebagai dapur sehat ketujuh di kota ini.

SPPG tersebut menjadi dapur kedua yang dikelola yayasan di bawah naungan Polri setelah dapur di Jalan Ciliwung, Kecamatan Taman.

Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Supriyadi Junianto menegaskan peran Polri dalam program MBG adalah pengamanan dan pengawasan, bukan pelaksana pembangunan.

’’Dari petunjuk dan arahan Polri, kami bertugas mengamankan kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam pelaksanaan dapur sehat MBG. Semua sudah sesuai standar operasional prosedur,’’ ujarnya, kemarin (13/10).

Wiwin menambahkan, Polres Madiun Kota mengawal dan mengontrol seluruh dapur MBG agar berjalan aman dan sesuai ketentuan.

’’Kami pastikan seluruh dapur sehat selalu kami pantau. Masyarakat tidak perlu khawatir,’’ imbuhnya.

SPPG Minak Kuncar menjadi salah satu dapur terbesar di kota ini.

Dari total 3.800 porsi penerima manfaat, tahap awal telah menyajikan 1.300 porsi makanan bergizi.

Dapur itu juga dilengkapi alat pengering ompreng berkapasitas 250 unit untuk menjaga kebersihan peralatan makan.

’’Sasaran penerima manfaat terdiri dari siswa SD, SMP, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok rentan lainnya,’’ terang Wiwin.

Pihaknya juga mengajukan sertifikat laik higiene, sertifikat halal, serta izin penggunaan air ke Pemkot Madiun.

’’Kami ingin semua dapur MBG memiliki sertifikat resmi agar kualitas makanan dan kebersihannya terjamin,’’ tambahnya.

Wali Kota Madiun Maidi menegaskan dapur sehat Minak Kuncar menjadi model standar MBG di kota ini.

’’Kini semua ompreng dikeringkan dengan alat otomatis, tidak lagi dilap manual. Sistemnya lebih higienis dan cepat,’’ ujarnya.

Maidi menargetkan seluruh 16 dapur MBG rampung bulan ini.

Saat ini tujuh dapur sudah beroperasi di berbagai titik, antara lain Jalan Tirta Raya, Mayjend Sungkono (Nambangan Lor), Jalan Sedoro, Banjarejo, Ponpes Al Mardliyyah (Demangan), dan Minak Kuncar (Winongo).

’’Kami tidak ingin terburu-buru. Tapi, semua harus sempurna, termasuk penggunaan air, bahan, dan pengolahan makanan,’’ jelasnya.

Pengawasan dilakukan Dinkes-PPKB secara menyeluruh.

’’Mulai dari bumbu hingga proses masak semua dicek. Anak bergizi berarti anak cerdas, dan itu tujuan utama program ini,’’ tegas Maidi.

Dia berharap program MBG tak hanya menekan angka stunting, tetapi juga mencetak generasi unggul.

’’Tidak boleh ada anak kelaparan. Orang tua juga harus ikut mengawasi. Dengan kolaborasi Polri, TNI, dan pemkot, insyaallah program ini berjalan sempurna,’’ pungkasnya. (err/her)

Editor : Hengky Ristanto
#AKBP Wiwin Junianto Supriyadi #Maidi #dapur sehat #Makan Bergizi Gratis #kota madiun #program mbg #Polda Jatim #Dinkes-PPKB #Stunting #SPPG Minak Kuncar #Polres Madiun Kota