Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Peringatan Hari Guru di Madiun, Maidi Tegaskan Guru Harus Jadi Agen Perubahan Zaman

Erlita H • 2025-11-26 02:13:59
Pegawai Dindik Kota Madiun mengikuti upacara Hari Guru Nasional, Selasa (25/11). BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN
Pegawai Dindik Kota Madiun mengikuti upacara Hari Guru Nasional, Selasa (25/11). BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Madiun – Wali Kota Madiun Maidi menegaskan peran guru sebagai agen perubahan di tengah derasnya perkembangan zaman.

Pesan itu disampaikan saat memimpin upacara Hari Guru Nasional 2025 di halaman kantor Dinas Pendidikan (Dindik), Selasa (25/11).

Menurut Maidi, guru menjadi ujung tombak kemajuan bangsa.

Namun tantangan pendidikan tidak hanya soal akademik, melainkan juga karakter dan moral peserta didik.

’’Ilmu pengetahuan itu ada di sekolah, ada di kampus, ada di perpustakaan. Tapi ketika tidak bisa mengikuti perubahan, maka akan jadi korban perubahan,’’ ujar Maidi.

Dia menekankan bahwa ketertinggalan terhadap perubahan berpotensi melahirkan kebodohan, pengangguran, hingga kemiskinan.

Karena itu, guru harus memperkuat kompetensi sembari mengawal moral siswa.

’’Moral murid tantangan kita hari ini. Karakter guru harus terus diperkuat,’’ imbuhnya.

Maidi juga membandingkan perayaan Hari Guru di Vietnam yang sangat meriah dan penuh penghormatan.

’’Saya pandai karena guru. Saya bisa sekolah sampai lulus karena guru. Jasa guru saya dihargai,’’ kenangnya.

Kadindik Kota Madiun Lismawati menyatakan komitmen meningkatkan kapasitas tenaga pendidik melalui seminar dan pelatihan digital.

Menurutnya, pendidikan di Kota Madiun harus lebih adaptif terhadap era teknologi.

’’Guru berada di garda terdepan perubahan. Mereka harus melek digital,’’ ucapnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Madiun Sutardi menyoroti pentingnya payung hukum bagi guru, terutama terkait kasus kriminalisasi yang sempat terjadi di beberapa daerah.

’’DPRD sedang menyusun draf raperda perlindungan guru untuk 2026 agar guru merasa aman dan nyaman,’’ jelasnya.

Sutardi juga meminta pemerintah memberi perhatian lebih terhadap kesejahteraan guru, baik ASN maupun non-ASN.

’’Kesenjangan kesejahteraan jangan terlalu jauh,’’ ujar politikus PDIP itu.

Terkait kebutuhan guru di Kota Madiun, Sutardi memastikan kondisi masih tertangani meski penambahan tetap menyesuaikan kemampuan anggaran.

’’Kebutuhan harus disesuaikan dengan anggaran agar tidak membebani sekolah maupun masyarakat,’’ pungkasnya. (err/her/adv)

Editor : Hengky Ristanto
#hari guru nasional #pelatihan digital guru #karakter siswa #madiun #perlindungan guru #pendidikan madiun #Wali Kota Maidi #dindik madiun #guru madiun