SURABAYA, Jawa Pos Radar Madiun – Struktur kepengurusan DPC PDI Perjuangan Kota Madiun berubah total.
DPP menetapkan Sutardi sebagai Ketua DPC PDIP Kota Madiun terpilih periode 2025–2030, menggantikan Anton Kusumo dalam Konferensi Cabang (Konfercab) yang digelar di Surabaya, Minggu (21/12).
Kepada Jawa Pos Radar Madiun, Sutardi menegaskan bahwa konfercab bukan sekadar agenda rutin lima tahunan pergantian kepengurusan.
Forum tersebut menjadi momentum penting untuk konsolidasi organisasi sekaligus penyiapan kader menghadapi tantangan politik lima tahun ke depan.
’’Ini bukan hanya soal pergantian pengurus. Tapi, bagaimana kami menyiapkan kader-kader yang lebih baik untuk lima tahun ke depan,’’ ujar Sutardi.
Menurut Sutardi, regenerasi kader menjadi kunci utama agar roda organisasi partai tetap berjalan kuat dan berkelanjutan.
Karena itu, pembentukan struktur kepengurusan DPC PDIP Kota Madiun diarahkan untuk memperkuat sistem kaderisasi.
Dia juga menegaskan bahwa struktur partai tidak membatasi usia.
Yang menjadi tolok ukur utama adalah kemantapan ideologi, kapasitas kader, serta kemampuan menggerakkan organisasi dan massa.
’’Persyaratan duduk di struktur bukan soal umur. Tapi harus mantap ideologinya, mantap kadernya, dan mampu menggerakkan organisasi,’’ tegasnya.
Sebagai kader senior, Sutardi menyebut regenerasi kepemimpinan akan disiapkan secara bertahap agar estafet kepemimpinan PDIP di Kota Madiun dapat berjalan optimal pada periode berikutnya.
Terkait target politik, Sutardi menyatakan PDIP Kota Madiun menargetkan minimal kembali pada capaian periode sebelumnya, termasuk merebut kembali suara pemilih yang sempat hilang pada pemilu terakhir.
’’Target kami minimal kembali seperti periode sebelumnya. Suara yang kemarin hilang, lebih dari 10 ribu, harapan kami bisa kembali. Tentu modalnya harus solid,” kata Sutardi yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Madiun tersebut.
Meski demikian, Sutardi menegaskan bahwa partainya tidak memandang jabatan sebagai ajang perebutan kekuasaan.
Seluruh proses penentuan kepemimpinan dilakukan melalui mekanisme organisasi yang berjenjang dan terukur.
’’Tidak ada istilah rebutan. Semua melalui tahapan, dari PAC, DPC, DPD, penjaringan, psikotes, fit and proper test, hingga evaluasi DPP. DPP yang kemudian memutuskan siapa yang layak,’’ jelasnya.
Sutardi juga mengungkapkan bahwa DPP PDIP telah menetapkan tiga nama dalam struktur inti DPC.
Satu nama ditetapkan sebagai ketua definitif, sementara dua lainnya menjadi prioritas pengurus inti.
Inda Raya Ayu Miko Saputri ditetapkan sebagai sekretaris, sedangkan Hanura dipercaya mengisi posisi bendahara partai.
’’Dua nama itu menjadi perhatian ketua terpilih dalam penyusunan struktur,’’ ungkapnya.
Setelah penetapan ketua, struktur kepengurusan selanjutnya disusun melalui tim formatur.
Sebagian pengurus yang hadir saat konfercab langsung dilantik, sementara yang belum hadir akan menyusul di tempat masing-masing.
Lebih lanjut, Sutardi menekankan pentingnya soliditas internal partai pascapergantian kepengurusan.
Dia juga mengapresiasi kepengurusan lama DPC yang telah berjuang selama ini.
’’Pergantian pengurus lima tahunan itu hal biasa. Yang luar biasa adalah tetap solid dalam satu barisan. Yang kami bangun adalah partai, bukan orang per orang,’’ pungkasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto