MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Aroma parfum membangun tingkat percaya diri pada seseorang. Baik itu kaum pria maupun wanita. Rasanya ada yang kurang saat keluar rumah tanpa parfum.
Di Magetan, daya beli parfum mengalami tren membaik. Terutama permintaan isi ulang (refill) parfum. Hal ini dipengaruhi segmentasi konsumen yang kian meluas. Juga ditopang harga parfum refill cenderung bersahabat dengan kantong pelajar.
Arditya Sandy, salah seorang pemilik outlet parfum isi ulang, mengatakan bahwa setiap bibit parfum memiliki pangsa pasarnya sendiri. Karena masing-masing kualitas menentukan harga dan keawetan aroma. Namun, konsumen parfum tidak bisa diprediksi. Karena mereka akan memilih jenis bibit sesuai dengan bujetnya. ‘’Jadi, setiap kualitas memiliki konsumen berbeda,’’ katanya.
Untuk kaum adam misalnya. Cenderung suka aroma dunhill blue. Sedangkan, perempuan condong ke avril forbidden rose. ‘’Tapi, semuanya tetap tergantung pada selera masing-masing,’’ ujarnya.
Sandy mengatakan, tahun depan tren parfum berdasarkan jenis aromanya tidak akan banyak berubah. Pria lebih selera pada aroma fruity. Sedangkan, perempuan cenderung condong pada wangi floral. Namun, semua itu dikombinasikan dengan campuran aroma lain. (fat/c1/her)
Editor : Administrator