Jawa Pos Radar Magetan – Cuaca ekstrem yang melanda Magetan sejak Selasa (3/3) sore hingga Rabu (4/3) pagi memicu rentetan bencana hidrometeorologi di berbagai titik.
Mulai dari akses jalan yang tertutup rumpun bambu hingga longsor yang mengancam permukiman warga.
Peristiwa paling mencolok terjadi di Tawanganom, Magetan Kota.
Rumpun bambu berukuran besar tumbang dan menutup seluruh akses jalan yang menghubungkan Dusun Nanom dengan Dusun Kebaran pada Rabu pagi sekitar pukul 07.45.
’’Rumpun bambu yang tumbang menutup total badan jalan sehingga menghambat aktivitas warga,’’ jelas Kalaksa BPBD Kabupaten Magetan Eka Radityo.
Tim TRC-PB BPBD Magetan harus bekerja selama sekitar empat jam untuk mengevakuasi material bambu hingga jalur tersebut kembali bisa dilalui pada pukul 12.00.
Kecamatan Plaosan juga terdampak hujan lebat.
Di Desa Buluharjo, talud penahan jalan sepanjang 12 meter dengan ketinggian sekitar 10 meter dilaporkan longsor.
Material longsor menutup saluran irigasi dan membahayakan rumah milik Gito, 75, yang berada di dekat lokasi.
’’Sebagai langkah darurat, petugas melakukan pemasangan terpal untuk mencegah longsor susulan,’’ ujar Eka.
Selain longsor dan bambu tumbang, banjir luapan juga menggenangi sejumlah titik jalan protokol dan permukiman warga sejak Selasa sore.
Lokasi terdampak di antaranya Jalan Kemasan di Kelurahan Magetan, Jalan Diponegoro di Kelurahan Selosari, Perempatan Ngariboyo, serta Dukuh Panasan di Desa Mojopurno. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto