Jawa Pos Radar Magetan - Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Magetan tinggal menunggu satu langkah lagi.
Setelah seluruh persyaratan dinyatakan siap, Pemkab Magetan kini menanti penetapan resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos) sebelum memulai pembangunan fisik.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Magetan Elmy Kurniarto Widodo mengatakan, seluruh aspek kesiapan atau readiness criteria telah dipenuhi.
Termasuk kesiapan lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan sekolah tersebut.
‘’Terkait readiness criteria, SR Magetan sudah semua, termasuk kesiapan lahan,’’ ujarnya, kemarin (8/6).
Pemkab telah menyiapkan lahan seluas 6,7 hektare di Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Karangrejo.
Lahan itu diproyeksikan menjadi pusat kegiatan pendidikan Sekolah Rakyat yang dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dari total luasan tersebut, lebih dari satu hektare area sudah selesai dilakukan pengurukan.
Namun, masih terdapat sekitar lima hektare lahan yang perlu diratakan agar siap digunakan untuk pembangunan gedung sekolah.
Berdasarkan perhitungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan, kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan pengurukan lahan diperkirakan mencapai Rp 5 miliar.
Elmy mengungkapkan, berdasarkan informasi terbaru yang diterimanya, peluang Magetan masuk dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua cukup besar.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembangunan fisik diperkirakan membutuhkan waktu antara enam hingga delapan bulan.
‘’Mengingat proses konstruksi butuh waktu enam hingga delapan bulan, sekolah diperkirakan siap digunakan pada tahun ajaran 2027/2028,’’ bebernya.
Nantinya, Sekolah Rakyat Magetan akan membuka layanan pendidikan gratis untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).
Masing-masing jenjang pendidikan direncanakan memiliki dua rombongan belajar dengan kapasitas maksimal 40 siswa di setiap kelas.
‘’Masing-masing jenjang pendidikan direncanakan memiliki dua rombongan belajar (rombel) berkapasitas maksimal 40 siswa per kelas,’’ pungkasnya. (ril/her)
Editor : Hengky Ristanto