Jawa Pos Radar Madiun – Puluhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Magetan bakal dipantau ketat. Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Magetan fokus mengawasi rantai pasok bahan pangan lokal hingga harga bahan operasional program tersebut.
Pengawasan dilakukan untuk memastikan keberadaan SPPG turut menggerakkan ekonomi daerah. Terutama melalui penyerapan hasil produksi petani dan peternak lokal di sekitar lokasi pelayanan.
Petugas Satgas MBG Magetan Awang Arifaini Rudin mengatakan, monitoring dilakukan untuk memastikan arahan Bupati Magetan terkait kewajiban menyerap bahan pangan lokal dijalankan oleh setiap SPPG.
’’Fokus kami mencakup pemantauan rantai pasok hingga harga bahan operasional. Kami ingin keberadaan SPPG memberi dampak nyata bagi ekonomi petani dan peternak lokal,’’ ujar Awang, Selasa (1/9).
Telur ayam menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian khusus. Mengacu pada Surat Edaran (SE) Badan Gizi Nasional (BGN), SPPG di Magetan diwajibkan membeli pasokan telur dari peternak lokal Magetan dengan Harga Acuan Pembelian (HAP) Rp 26.500 per kilogram.
Dalam pemantauan, Satgas MBG Magetan menemukan indikasi satu SPPG di Kecamatan Karas membeli telur seharga Rp 25.000 per kilogram. Satgas berencana melakukan penertiban terhadap temuan tersebut.
Selain rantai pasok dan HAP telur, variasi menu Makan Bergizi Gratis turut menjadi bahan evaluasi. Frekuensi menu olahan telur yang sebelumnya disajikan tiga kali dalam sepekan kini dikurangi menjadi dua kali selama lima hari sekolah.
Pengawasan tersebut diharapkan membuat program Makan Bergizi Gratis tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi produsen pangan lokal di Magetan. (ril/naz)
Editor : Hengky Ristanto