Pembangunan gedung baru yang menelan biaya sekitar Rp 4 miliar dari dana alokasi khusus (DAK) Perpustakaan Nasional itu telah rampung pada 13 November lalu.
‘’Target kami bulan januari nanti sudah bisa dioperasikan,’’ kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Madiun Eko Yunianto, Minggu (11/12).
Eko menjelaskan, perpustakaan itu mengusung konsep Caruban Literacy Hub. Yakni, sebagai pusat kegiatan literasi tingkat kelima yang menghasilkan barang dan jasa bermanfaat. Tidak sekadar tempat menyimpan serta membaca buku dan naskah. ‘’Basisnya nanti cenderung ke digital,’’ imbuhnya.
Dia menyebutkan, sejumlah fasilitas disediakan di gedung kembar yang diberi nama Nakula-Sadewa itu. Lantai I yang merupakan area anak-anak, penyandang disabilitas, dan lansia, misalnya, dilengkapi ruang dongeng dan teknologi pendukung yang interaktif dan modern.
Sementara, di lantai II ada co-working space, ruang podcast dan pelatihan, serta jaringan wifi gratis. Sedangkan di lantai II terdapat yaitu auditorium dan ruang workshop beserta perlengkapan pelatihan berbasis digital.
‘’Gedung lama nanti tetap jadi tempat menyimpan buku dan kantor pelayanan. Untuk itu, ada jembatan penghubung yang memudahkan pengunjung mengakses kedua gedung itu,’’ ungkapnya.
Eko menambahkan, pihaknya juga menyediakan fasilitas pelatihan dengan mentor-mentor mumpuni tanpa dipungut biaya.
‘’Jika motto gedung lama comfort is inspiring, yang baru literasi for life. Harapannya, pengunjung dapat ilmu dan pengalaman baru yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,’’ tuturnya. (mg3/isd) Editor : Hengky Ristanto