Jawa Pos Radar Madiun - Band modern metal asal Malang, Somniumsaic, menghadirkan karya terbaru bertajuk “Aksa Daksa”.
Single ini dirilis pada 23 Januari 2026 dan menjadi salah satu langkah baru dalam perjalanan musikal mereka.
Melalui lagu ini, Somniumsaic untuk pertama kalinya menghadirkan single original berbahasa Indonesia dengan pendekatan musik yang lebih emosional dan reflektif dibandingkan karya-karya sebelumnya.
Nuansa Musik Lebih Melankolis
Dalam “Aksa Daksa”, Somniumsaic menampilkan nuansa musik yang lebih melankolis.
Aransemen dibuat lebih sederhana sehingga kekuatan lirik dan emosi lagu dapat lebih terasa oleh pendengar.
Tema yang diangkat berkaitan dengan akhir kehidupan dan kenangan yang ditinggalkan seseorang.
Lagu ini mencoba menggambarkan perasaan kehilangan sekaligus refleksi tentang arti keberadaan manusia.
Makna Filosofis Judul Lagu
Judul “Aksa Daksa” memiliki makna simbolis. Kata “Aksa” dapat diartikan sebagai jauh atau terjauh, sedangkan “Daksa” berarti tubuh.
Secara filosofis, judul tersebut menggambarkan kondisi ketika tubuh terasa jauh dari jiwa atau kehidupan.
Gambaran ini seolah menempatkan seseorang di antara dunia nyata dan ketiadaan.
Baca Juga: ALICE Rilis EP “Derai”, Tiga Lagu Brutal Berdurasi 8 Menit Ini Mengguncang Skena Hardcore Indonesia
Pesan utama lagu ini dirangkum dalam gagasan sederhana: meskipun seseorang telah pergi, kenangan tentang mereka tetap hidup dalam ingatan.
Video Musik dengan Atmosfer Kehilangan
Bersamaan dengan perilisan singlenya, Somniumsaic juga merilis video musik resmi “Aksa Daksa”.
Video tersebut menampilkan vokalis band berjalan dengan pengambilan gambar slow motion.
Lokasi pengambilan gambar dilakukan di area pemakaman di Malang untuk memperkuat atmosfer lagu yang mengangkat tema kehilangan dan kematian.
Somniumsaic sendiri dikenal sebagai band modern metal yang sering mengeksplorasi berbagai elemen musik dalam karya mereka.
Melalui “Aksa Daksa”, band ini menunjukkan sisi musikalitas yang lebih emosional sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan mereka di industri musik Indonesia.
Editor : Andi Chorniawan