Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Profil dan Perjalanan Karier Luhut Binsar Pandjaitan, Mantan Danrem Madiun yang Rangkap Dua Jabatan di Era Prabowo

Mizan Ahsani • Minggu, 27 Oktober 2024 | 13:00 WIB
Luhut Binsar Pandjaitan, Penasihat Khusus Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan dalam Kabinet Merah Putih 2024-2029. (ANTARA)
Luhut Binsar Pandjaitan, Penasihat Khusus Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan dalam Kabinet Merah Putih 2024-2029. (ANTARA)

Jawa Pos Radar Madiun - Sosok satu ini kerap memegang jabatan penting di pemerintahan.

Dialah Luhut Binsar Pandjaitan, mantan menteri koordinator (menko) era Presiden Joko Widodo yang tetap bertahan di pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Prabowo menunjuk Luhut Binsar Pandjaitan menjadi Penasihat Khusus Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan dalam Kabinet Merah Putih 2024-2029.

Jabatan tersebut merupakan jabatan kedua yang diemban Luhut dalam Kabinet Merah Putih.

Pada Senin, 21 Oktober lalu, Prabowo sudah melantik Luhut sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional.

Posisi ini semakin memperkuat rekam jejak karier Luhut dalam pemerintahan, setelah sebelumnya dia juga dipercaya menjabat menteri oleh dua presiden yang berbeda.

Di era Presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur), putra Toba Samosir, Sumatera Utara, 28 September 1947, itu dipercaya menjadi Menteri Perdagangan dan Industri pada 2000-2001.

Sebelum jadi menteri, Luhut merupakan Duta Besar RI untuk Singapura pada 1999-2000 setelah ditunjuk oleh Presiden BJ Habibie pada awal era Reformasi.

Setelah lama tak berkiprah di pemerintahan, Luhut kembali dipercaya menjabat sebagai menteri oleh Presiden Joko Widodo.

Pada periode pertama pemerintahan Jokowi, Luhut awalnya menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan selama hampir setahun.

Namun pada Agustus 2015, Luhut ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan menggantikan Tedjo Edhy Purdijatno.

Dalam reshuffle Kabinet Kerja Jilid II pada Juli 2016, jenderal purnawirawan itu diangkat menjadi Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Marves) menggantikan Rizal Ramli.

Kemudian, dalam Kabinet Indonesia Maju, ia tetap dipercaya menjadi Menko Marves hingga akhir masa tugas kabinet tersebut.

Di era kepemimpinan Jokowi, Luhut sempat merangkap sejumlah jabatan.

Di antaranya Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Ketua Dewan Pengarah Penyelamatan 15 Danau Prioritas Nasional.

Ia juga menjabat Ketua Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Koordinator PPKM Wilayah Jawa-Bali, dan Ketua Dewan Sumber Daya Air Nasional.

Di luar pemerintahan, Luhut saat ini juga merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) periode 2021-2025.

Baca Juga: Hasil LaVani Navy vs Indomaret di Livoli Divisi Utama 2024: Minus Pemain Inti, LaVani Tetap Mengerikan

Karier, Penghargaan Militer, dan Kenangan di Madiun

Selama berkarier di militer, Luhut mendapat berbagai penghargaan.

Selain meraih predikat lulusan terbaik Akademi Militer Nasional Angkatan 1970, dia juga merupakan lulusan terbaik Akabri dan mendapat penghargaan Adhi Makayasa pada 1970.

Luhut juga merupakan pendiri dan komandan pertama Detasemen 81 Anti Teroris Kopassus (1981), yang merupakan salah satu pasukan khusus penanggulangan terorisme terbaik di dunia.

Luhut merupakan Komandan Satgas Tempur Khusus Pasukan Pemburu Kopassus (Detasemen-86) Di Sektor Tengah Khusus (Osu, Frekueike, Laisorobai) Timor-Timur (1986).

Ia meraih prestasi dan predikat sebagai Komandan Satgas Tempur Terbaik Timor-Timur.

Saat menjabat Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya, Madiun, Jawa Timur, ia juga meraih penghargaan Komandan Korem Terbaik di Indonesia pada 1995.

Pada akhir masa kemiliteran, Luhut mendapat penghargaan Jenderal TNI Kehormatan pada 2000. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
#militer #menteri #rekam jejak #luhut #karier #prabowo #madiun #profil