Jawa Pos Radar Madiun - Kasus dugaan perselingkuhan yang menyeret nama selebritis kini tak hanya ramai dibicarakan di Instagram dan X (Twitter).
Teapi juga ikut menyeret Pinterest, platform yang selama ini dikenal sebagai tempat mencari inspirasi visual.
Fenomena ini membuat banyak orang bertanya-tanya: mengapa platform yang biasanya berisi konten dekorasi rumah dan ide outfit itu kini dipenuhi unggahan bertema patah hati dan perselingkuhan?
1. Pinterest Jadi Tempat Curhat Visual yang Aman
Pinterest dikenal sebagai media sosial yang bebas drama dan minim komentar negatif.
Namun, sejak isu perselingkuhan mencuat, banyak pengguna justru menjadikannya sebagai tempat meluapkan emosi lewat gambar dan kutipan estetik.
Unggahan bertema seperti “Bahkan cinta yang terlihat sempurna bisa retak tanpa suara” atau “Kadang orang yang paling kita percayai justru yang paling melukai” mendadak viral.
Meski tidak menyebut nama secara langsung, banyak pengguna mengaitkannya dengan kabar rumah tangga Hamish Daud dan Raisa, sehingga Pinterest pun penuh dengan konten bertema trust issues, toxic love, dan healing from betrayal.
2. Citra “Pasangan Sempurna” yang Sulit Dilepaskan
Selama ini, publik melihat pasangan Hamish Daud dan Raisa sebagai ikon relationship goals karena jarang terlibat gosip dan selalu tampil harmonis.
Ketika rumor perselingkuhan muncul, banyak netizen merasa kecewa dan mencari ruang aman untuk menyalurkan emosi.
Pinterest pun menjadi pilihan karena tampilannya yang lembut dan menenangkan, cocok untuk “healing secara visual”.
Banyak pengguna kemudian membuat board baru dengan tema seperti “Cinta Tak Selalu Sempurna”, “Belajar Ikhlas”, hingga “Goodbye, Perfect Love”, yang ikut viral di kalangan pengguna Indonesia.
3. Algoritma Pinterest Perkuat Efek Domino Emosional
Pinterest menggunakan sistem algoritma yang menampilkan konten berdasarkan emosi dan minat pengguna.
Saat banyak orang menyimpan pin bertema perselingkuhan, trust issues, atau toxic relationship, maka platform akan otomatis menampilkan lebih banyak unggahan sejenis.
Alhasil, Pinterest seolah dipenuhi sindiran visual tentang hubungan retak dan pengkhianatan.
Padahal sebagian besar hanyalah efek dari algoritma yang merespons tren pencarian pengguna.
4. Ruang Aman untuk Sindiran tanpa Menyebut Nama
Berbeda dengan platform lain, Pinterest memungkinkan penggunanya mengekspresikan sindiran tanpa menyebut nama secara langsung.
Kalimat ambigu seperti “Yang terlihat setia belum tentu nyata” sering disertai gambar pasangan atau ilustrasi romantis yang melankolis.
Bagi banyak orang, Pinterest adalah tempat curhat terselubung, tempat meluapkan reaksi emosional tanpa takut hujatan publik.
Platform ini pun berubah fungsi dari tempat mencari inspirasi pernikahan menjadi wadah menulis kisah pasca perpisahan.
5. Dari Gosip ke Refleksi Sosial
Meski bermula dari gosip selebritas, ramainya unggahan bertema perselingkuhan di Pinterest mencerminkan fenomena sosial yang lebih dalam.
Banyak pengguna ternyata sedang berusaha memahami dan memulihkan luka emosional.
Kasus Hamish Daud hanyalah pemicu, sementara tren konten healing menunjukkan bahwa netizen kini lebih terbuka membicarakan batas dan kejujuran dalam hubungan.
Pinterest bukan sekadar ruang gosip, tetapi telah berkembang menjadi tempat refleksi dan penyembuhan diri secara visual.
Fenomena “Pinterest x Hamish Daud” menjadi bukti bahwa di era digital, isu selebritas bisa berubah menjadi cermin sosial.
Hal itu menggambarkan bagaimana masyarakat modern mengekspresikan luka, cinta, dan kepercayaan.
Pinterest kini tak hanya menjadi ruang inspirasi visual, tetapi juga tempat menata hati setelah realita cinta tak seindah unggahan di beranda. (fin)
Editor : AA Arsyadani