Jawa Pos Radar Madiun - Dunia olahraga Indonesia kehilangan salah satu tokoh besar.
Wongso Suseno, petinju legendaris yang pernah mengharumkan nama bangsa di pentas nasional maupun internasional, meninggal dunia pada Senin (17/11) pukul 04.30 WIB di RS RKZ Malang.
Kepergiannya menjadi semakin menggetarkan hati karena terjadi tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-80.
Kabar duka ini cepat menyebar dan memicu ucapan belasungkawa dari berbagai tokoh olahraga, mantan atlet, hingga para penggemar tinju.
Wongso Suseno dikenang sebagai pribadi rendah hati yang berperan besar dalam perkembangan olahraga tinju sejak era 1960-an.
Kariernya menanjak setelah meraih medali emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) 1969.
Prestasi tersebut menjadi pintu masuk menuju karier profesionalnya.
Tahun 1975 menjadi catatan penting ketika ia berhasil merebut sabuk OPBF, menjadikannya petinju Indonesia pertama yang meraih gelar bergengsi di tingkat internasional.
Ia bahkan mempertahankan titel itu sebanyak dua kali.
Nama Wongso juga melekat di ingatan publik melalui duel epiknya melawan Thomas Americo, sebuah pertarungan yang dianggap sebagai salah satu laga terbaik dalam sejarah tinju Indonesia.
Pertarungan itu banyak dikenang karena memperlihatkan keberanian dan mental pantang menyerah yang selalu menjadi ciri khas Wongso di atas ring.
Menurut keluarga, Wongso menjalani perawatan intensif sebelum berpulang di usia 80 tahun.
Mereka mengucapkan terima kasih atas doa serta perhatian masyarakat, khususnya dari komunitas tinju Indonesia yang selama bertahun-tahun menjadi rumah kedua bagi almarhum.
Kepergian Wongso Suseno bukan hanya duka bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia olahraga Indonesia.
Semangat, dedikasi, dan kerja kerasnya akan terus menjadi inspirasi bagi generasi petinju berikutnya.
Selamat jalan, Wongso Suseno. Warisanmu akan selalu hidup dalam sejarah tinju Indonesia. (fin)
Editor : AA Arsyadani