Jawa Pos Radar Madiun - Drs. H. Soegijo Saputro, tokoh penting yang mengusulkan Hari Kesehatan Nasional (HKN), meninggal dunia pada Senin, 24 November 2025 pukul 16.18 WIB.
Kabar duka disampaikan keluarga melalui media sosial, mengabarkan bahwa almarhum berpulang dalam usia senja.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah berpulang eyang kakung, ayahanda dari ayah saya Bp. Priyo Suprobo, Drs. H. Soegijo Sapoetro Bin Diran Karsodimedjo pada: Senin, 24 November 2025 Pk. 16.18 WIB,” tulis cucunya, dr. Puspita Wijayanti Suprobo, dalam akun Instagramnya, Senin (24/11).
Pemakaman akan berlangsung Selasa, 25 November 2025 di Makam Keluarga Karang Tal, Dukuh Turunan, Kecamatan Cawas, Klaten.
Jenazah diberangkatkan dari rumah duka di Jalan Kemakmuran No. 7B Yogyakarta pada pukul 08.00 WIB.
Perjuangan yang Tak Banyak Diketahui Publik
Meski namanya tidak setenar tokoh nasional lainnya, kiprah Soegijo Saputro meninggalkan jejak besar dalam sejarah kesehatan Indonesia.
Ia adalah sosok yang mengusulkan penetapan Hari Kesehatan Nasional, yang hingga kini diperingati setiap 12 November.
Melalui unggahan keluarga, terungkap kisah heroik Soegijo saat menghadapi wabah malaria di era 1950-an.
Pada masa itu, malaria menjadi ancaman besar dan merenggut ratusan ribu jiwa di berbagai wilayah Indonesia.
Puncak peristiwa terjadi pada 12 November 1959 ketika Presiden Soekarno datang langsung ke Yogyakarta untuk memimpin gerakan nasional pemberantasan malaria.
Soegijo, yang saat itu menjabat Kepala Dinas Pembasmian Malaria Provinsi DIY, turut mendampingi Presiden.
Ia menyaksikan sendiri bagaimana Soekarno menyemprotkan DDT ke rumah-rumah warga sebagai simbol dimulainya operasi besar pemberantasan malaria.
Peristiwa inilah yang menginspirasi Soegijo untuk mengusulkan penetapan tanggal 12 November sebagai Hari Kesehatan Nasional.
Usul tersebut diterima oleh Menteri Kesehatan, dan sejak itu 12 November resmi menjadi HKN.
Warisan Perjuangan yang Terus Hidup
Walau tidak banyak masyarakat yang mengetahui bahwa dialah penggagas HKN, keluarga mengenang Soegijo sebagai sosok yang ingin masyarakat Indonesia memiliki satu momentum bersama untuk lebih peduli pada kesehatan.
Anak dan cucu almarhum, banyak di antaranya berkarier di dunia kesehatan, bertekad melanjutkan perjuangan beliau demi kesehatan bangsa.
“Semoga amal ibadah Yangkung diterima di sisi Allah SWT,” tulis keluarga dalam pengumuman duka tersebut.
Sosok bersahaja itu kini telah pergi, namun semangat dan dedikasinya akan terus dikenang setiap kali Indonesia memperingati Hari Kesehatan Nasional. (fin)
Editor : AA Arsyadani