Jawa Pos Radar Madiun - Mengendarai mobil melintasi aspal mulus Tol Trans Jawa saat mudik Lebaran 2026 memang sangat memangkas waktu perjalanan. Namun, pemudik tidak boleh terlena dan menganggap sepele perjalanan jarak jauh ini.
Selain menyiapkan performa mesin dan saldo e-toll, ada satu ancaman tak kasatmata yang wajib diwaspadai: titik rawan kecelakaan fatal alias black spot.
Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri telah memetakan secara khusus sembilan titik black spot di sepanjang jalur Tol Trans Jawa yang kerap memakan korban jiwa.
Baca Juga: Como Menggila di Serie A, Real Madrid Siapkan Gebrakan Gaet Cesc Fabregas ke Bernabeu
Kriteria Black Spot yang Mematikan
Penetapan sebuah lokasi menjadi titik black spot tidak dilakukan secara sembarangan. Dirgakkum Korlantas Polri, Brigjen Aan Suhanan, menjelaskan bahwa ada hitungan poin fatalitas kecelakaan yang sangat serius untuk menetapkan status bahaya tersebut:
Radius Lokasi: Area rawan dihitung dalam radius 500 meter dari titik pusat kejadian.
Akumulasi Poin: Terdapat insiden dengan minimal akumulasi 30 poin kecelakaan dalam kurun waktu dua tahun terakhir.
Sistem Poin Fatalitas: Kecelakaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia dihitung 10 poin, luka berat 5 poin, dan luka ringan 1 poin. Jika melampaui 30 poin, lokasi tersebut resmi dilabeli black spot.
Daftar 9 Titik Rawan Kecelakaan Tol Trans Jawa
Berdasarkan kalkulasi fatalitas di atas, berikut adalah sembilan titik yang menuntut kewaspadaan tingkat tinggi dari para pemudik, termasuk yang hendak menuju wilayah Jawa Timur:
Tol Jakarta-Merak: Km 68 dan Km 64
Tol Jakarta-Cikampek: Km 48 dan Km 66 A
Tol Cikopo-Palimanan (Cipali): Km 78 dan Km 131
Tol Solo-Ngawi: Km 552 dan Km 569
Tol Ngawi-Kertosono: Km 639
Baca Juga: Jabar Jadi Episentrum Mudik 2026, 30 Juta Orang Bakal Melintasi Jalur Trans Jawa
Hindari Jam Keberangkatan Favorit
Menyikapi data kerawanan yang dirilis Polri, pihak Jasa Marga mengimbau pemudik untuk mengatur manajemen waktu perjalanan dengan lebih bijak.
Jasa Marga menyarankan agar masyarakat menghindari waktu-waktu favorit keberangkatan yang kerap memicu kepadatan ekstrem, seperti berangkat tepat setelah waktu sahur atau usai berbuka puasa.
Selain itu, pengemudi ditegaskan untuk mematuhi batas kecepatan, tidak bermain ponsel saat menyetir, dan segera menepi ke rest area jika rasa kantuk (microsleep) mulai menyerang. Jangan jadikan momen liburan penuh sukacita berubah menjadi cerita duka di jalan raya. (*)
*Sayiddil Akbar, Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura