Jawa Pos Radar Madiun - Daycare Little Aresha di Yogyakarta selama ini dikenal sebagai lembaga pendidikan anak usia dini yang menawarkan program lengkap.
Mulai dari Playgroup, TK, hingga penitipan dengan konsep kurikulum inovatif dan holistik.
Namun, di balik fasilitas ruang berpendingin udara dan program tiga bahasa (Indonesia, Inggris, Jawa), para orang tua kini mengungkap sejumlah kejanggalan yang sebelumnya sempat mereka rasakan.
Choi, salah satu orang tua, mencatat dua kecurigaan utama:
-
Tidak Ada CCTV Real-Time: Meski memiliki fasilitas lengkap, orang tua tidak diberikan akses untuk memantau anak mereka secara langsung melalui kamera pengawas.
-
Prosedur Penjemputan: Orang tua diwajibkan memberi kabar melalui WhatsApp setidaknya 30 menit hingga 1 jam sebelum menjemput anak.
"Setiap mau menjemput, pokoknya setengah jam atau satu jam sebelumnya harus WA dulu. Saya curiga kenapa tidak boleh jemput mendadak," jelas Choi.
Aturan ini diduga sengaja diterapkan pengelola untuk menutupi praktik kekerasan yang terjadi di dalam ruangan.
Kini, puluhan orang tua mendatangi Polresta Yogyakarta untuk menuntut kepastian hukum agar para pelaku diberikan hukuman setimpal.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi publik untuk lebih selektif dalam memilih lembaga penitipan anak. (naz)
Editor : Mizan Ahsani