‘’Sangat bagus, perubahan bangunannya signifikan,’’ kata Agus Purwanto, salah satu wisatawan asal Kecamatan Ngraho, Bojonegoro, kemarin (1/1).
Agus mengajak sejumlah anggota keluarganya berwisata ke Benteng Pendem, nama lain Benteng Van den Bosch, bukan sekadar memenuhi rasa penasaran perubahannya. Pria 49 tahun itu juga ingin mengenalkan sejarah kepada anak-anaknya.
Ketimbang menghabiskan waktu liburan dengan kegiatan tidak bermanfaat. Sayangnya keinginan tersebut tidak terpenuhi. ‘’Belum ada pemandu yang bisa menjelaskan secara detail soal sejarah Benteng Pendem,’’ ujarnya.
Selain menyediakan pemandu wisata, Agus berharap sistem masuk Benteng Pendem diperbaiki. Lokasi loket di gerbang depan digeser lebih masuk ke dalam kawasan objek wisatanya. Langkah itu guna menghindari kendaraan mengular hingga Jalan Untung Suropati.
‘’Jadi biar pengunjung bisa memarkir kendaraannya lebih dulu,’’ ucapnya sembari menilai fasilitas kantong parkir belum representatif.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Ngawi Raden Rudi Sulisdiana mengatakan, penataan lebih lanjut Benteng Pendem belum dapat dilakukan saat ini. Sebab proses alih aset dan kelola dari Kementerian Pertahanan belum rampung. ‘’Selain itu masih menunggu peresmian oleh Presiden Joko Widodo bulan ini,’’ ujarnya.
Rudi mengatakan, total anggaran Rp 5 miliar disiapkan untuk menata ulang Benteng Pendem tahun ini. Kegiatannya meliputi penyediaan lahan parkir, loket beli tiket, dan penataan taman. ‘’Ditata secara bertahap dan tentunya setelah administrasi pengalihan aset selesai,’’ tuturnya. (sae/cor) Editor : Hengky Ristanto