NGAWI, Jawa Pos Radar Madiun – Persawahan di Desa Kartoharjo, Kecamatan Ngawi, Jumat (10/11) kemarin tampak berbeda.
Ada beberapa gubuk dan instalasi seni nan estetik tersebar di tengah sawah desa setempat.
Belasan instalasi seni di lahan persawahan Ngawi tersebut merupakan karya 17 mahasiswa dan dosen arsitek dari 17 kampus di Jatim dan Jogjakarta.
Pameran bertajuk Archifarming, Architextile: Jalin dan Ikat itu digelar guna memperingati HUT Ikatan Arsitek Indonesia Jatim ke-44.
"Kita ingin peringatan ulang tahun IKA Jatim di Ngawi berbeda, yakni dengan archifarming, menghubungkan ilmu arsitek dengan pertanian,’’ ujar Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono.
Ony mengatakan bahwa Ngawi merupakan lumbung padi nasional. Dia ingin dunia arsitek yang terus berkembang ikut andil dalam dunia pertanian.
Artinya ikut menyelesaikan masalah di dunia pertanian. Misalnya, program listrik masuk sawah membuat kabel berserakan.
Selain itu, rumah untuk electric farming dan mesin pompa juga dibuat seadanya. Secara estetika tentu kurang indah dipandang.
"Maka itu, kita minta mahasiswa dan dosen arsitek untuk mengeksplorasi dan bereksperimen seni instalasi arsitek di sawah, didesain secara estetik tapi tidak kehilangan fungsi,’’ terangnya sambil mengatakan event tersebut bisa rutin digelar satu tahun sekali.
Gayuh Budi Utomo, Ketua IKA Jatim, mengapresiasi ide dari Ony. Instalasi seni archifarming terbilang segar.
Bahkan menurutnya, baru kali ini ada instalasi seni arsitek di lahan pertanian. Sejak lama tak ada sentuhan seni di sawah.
"Ini menarik, memberikan sumbangsih desain arsitek sederhana yang bisa diaplikasikan para petani,’’ ujarnya. (sae/naz)
Seputar Instalasi Seni Archifarming
- Instalasi seni perkawinan arsitektur dengan pertanian
- Mencitrakan seni dari konsep lumbung pangan nasional
- Eksperimen estetika, tapi tak kehilangan fungsi
Diolah dari berbagai sumber
Editor : Budhi Prasetya