Jawa Pos Radar Ngawi - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al Azhar membantah tudingan bahwa limbah dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mereka kelola mencemari saluran irigasi di Desa Jambangan, Kecamatan Paron.
Rubait Burhan Hudaya, pemilik SPPG Al Azhar, menyebut dugaan tersebut tidak memiliki dasar kuat, meski ditemukan aliran limbah cair menuju saluran irigasi.
“Tidak memiliki dasar kuat,” tegas Rubait, kemarin (3/11).
Dia menantang pihak terkait untuk membuktikan tudingan pencemaran itu secara ilmiah.
Bahkan, pihaknya siap melakukan uji laboratorium terhadap air, tanah, dan dampak lingkungan sekitar.
“Dapur ini mulai beroperasi 6 Oktober lalu. Jadi, secara logika belum mungkin memengaruhi hasil panen warga,” ujarnya.
Rubait menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi sebelum dapur beroperasi.
Termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Kesehatan (Dinkes), Kodim 0805, serta pemerintah kecamatan dan desa.
“Dokumen perizinan juga sudah kami urus. Mulai dari SPPL hingga SLHS,” jelasnya.
Meski demikian, SPPG Al Azhar tetap berkomitmen memperbaiki sistem pengelolaan limbah.
Rencananya, mereka akan membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dengan kapasitas lebih besar.
“Kami ingin air yang keluar benar-benar aman bagi tanaman dan lingkungan,” tambahnya. (sae/cor)
Rubait menegaskan, dapur MBG yang dikelolanya merupakan bagian dari program pemerintah untuk memenuhi gizi masyarakat.
> “Kami berkomitmen memperbaiki semua aspek teknis agar program berjalan baik tanpa menimbulkan dampak negatif,” pungkasnya.
Editor : Hengky Ristanto