Jawa Pos Radar Ngawi – Polres Ngawi bersama Forkopimda memperkuat langkah pencegahan potensi gesekan menjelang Bulan Suro 2026.
Ratusan pengurus perguruan pencak silat dari berbagai organisasi di Kabupaten Ngawi dikumpulkan dalam sarasehan akbar yang digelar di Notosuman, Sabtu malam (13/6).
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang terdiri atas pengurus perguruan silat, unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dalam forum itu, seluruh pihak menandatangani komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama rangkaian kegiatan Bulan Suro.
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama menegaskan bahwa pencak silat merupakan warisan budaya yang mengandung nilai persaudaraan, sportivitas, dan kedisiplinan yang harus terus dijaga.
“Menjelang Bulan Suro ini kami mengajak seluruh keluarga besar perguruan silat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas di Ngawi,” ujarnya, kemarin (14/6).
Menurut Prayoga, pencak silat tidak hanya mengajarkan kemampuan bela diri, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar memiliki disiplin, akhlak baik, dan semangat persatuan.
Karena itu, pihaknya mengajak seluruh anggota perguruan silat untuk mengubah stigma negatif yang selama ini kerap melekat pada peringatan malam 1 Suro.
“Bulan Suro yang selama ini kerap diidentikkan dengan risiko kerawanan, menjadi Suro yang penuh kesakralan, persaudaraan, dan nilai budaya yang luhur,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, kapolres juga mengingatkan seluruh anggota perguruan agar tidak melakukan tindakan provokatif, menghindari konvoi yang mengganggu ketertiban umum, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Selain itu, Polres Ngawi akan menerapkan pembatasan mobilisasi massa dalam kegiatan pengesahan warga baru yang menjadi bagian dari agenda sejumlah perguruan silat.
“Polres Ngawi menjamin pengamanan seluruh rangkaian kegiatan, namun kami juga akan menindak tegas setiap oknum yang terbukti melanggar aturan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko yang juga menjabat Ketua IPSI Kabupaten Ngawi mengapresiasi hubungan harmonis antarperguruan silat yang selama ini terjalin di wilayahnya.
Menurut pria yang akrab disapa Antok tersebut, kerukunan yang sudah terbentuk harus terus dijaga hingga tingkat desa agar mampu menciptakan suasana yang aman dan kondusif selama Bulan Suro.
“Kami berharap seluruh perguruan silat dapat menjadi teladan di tengah masyarakat dalam menjaga keamanan, sekaligus berperan aktif membentuk generasi muda yang kuat secara fisik dan berkarakter mulia melalui penanaman nilai budi pekerti,” katanya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto