Jawa Pos Radar Ngawi – Kegiatan belajar mengajar (KBM) Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Ngawi dipastikan mulai berlangsung pada tahun ajaran 2026–2027 yang dimulai bulan ini.
Namun, hingga menjelang operasional perdana, sekolah yang berlokasi di kawasan Ngudal, Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, itu masih menunggu penetapan kepala sekolah definitif.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Ngawi Bonadi mengatakan, Sekolah Rakyat di Ngawi akan menerapkan sistem kepemimpinan terintegrasi sesuai regulasi dari pemerintah pusat.
Dalam skema tersebut, hanya akan ada satu kepala sekolah yang memimpin seluruh jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, hingga SMA.
Sementara masing-masing jenjang akan dipimpin oleh seorang wakil kepala sekolah.
''Jadi secara aturan, nanti namanya Sekolah Rakyat Terintegrasi. Kepala sekolahnya hanya ada satu yang membawahi sekaligus tiga jenjang pendidikan (SD, SMP, dan SMA). Tiap jenjang ditempatkan wakil kepala sekolah,'' kata Bonadi, Jumat (3/7).
Menurut dia, proses penetapan kepala sekolah melibatkan sejumlah instansi. Untuk jenjang SD dan SMP, Dinsos berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Ngawi sebelum mengusulkan nama ke Kementerian Sosial (Kemensos).
Sementara itu, calon kepala sekolah untuk jenjang SMA diusulkan melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun–Ngawi Provinsi Jawa Timur.
Bonadi mengungkapkan, Dikbud Kabupaten Ngawi telah mengajukan 10 nama calon kepala sekolah.
Di saat yang sama, Cabang Dinas Pendidikan juga menyiapkan usulan kandidat dari jenjang SMA.
''Dari Dikbud sudah mengusulkan 10 nama calon. Sedangkan dari pihak cabang dinas juga sudah dikoordinasikan untuk menyetorkan nama-nama calon dari jenjang SMA,'' ujarnya.
Meski demikian, seluruh nama yang diusulkan masih harus mengikuti tahapan seleksi sebelum ditetapkan sebagai kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi.
Pemerintah Kabupaten Ngawi berharap proses seleksi dapat segera rampung agar manajemen sekolah dapat berjalan optimal sejak hari pertama kegiatan belajar mengajar.
''Kehadiran sosok nakhoda utama menjadi sangat krusial untuk mengawal manajemen perdana sekolah terintegrasi tersebut,'' pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto