Jawa Pos Radar Ngawi – SDN Rejomulyo 02, Kecamatan Karangjati, tetap menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) meski tidak menerima siswa baru pada tahun ajaran 2026/2027.
Kegiatan dialihkan menjadi program penguatan karakter bagi siswa kelas II hingga VI.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN Rejomulyo 02 Catur Sulistiyowati mengatakan, substansi MPLS tahun ini difokuskan untuk pembinaan karakter sekaligus pemetaan kebutuhan belajar peserta didik yang telah bersekolah.
"MPLS tetap digelar, tapi esensinya menjadi program penguatan karakter," ujarnya, Senin (13/7).
Hari pertama masuk sekolah tetap berlangsung meriah.
Namun, suasana itu berasal dari aktivitas siswa kelas II hingga VI karena ruang kelas I tidak terisi akibat tidak adanya peserta didik baru.
"Selain penguatan karakter, ini juga untuk pemetaan pembekalan khusus bagi siswa yang sudah ada," katanya.
Menurut Catur, minimnya lulusan taman kanak-kanak (TK) di desa setempat serta persaingan dengan sekolah lain menjadi penyebab sekolah tidak memperoleh murid baru.
Berbagai upaya promosi dan sosialisasi ke TK telah dilakukan, namun belum membuahkan hasil.
"Berbagai upaya promosi dan pendekatan ke TK di desa ini sebenarnya telah kami lakukan, namun tetap tidak dapat murid," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Dasar dan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Ngawi Zainal Fanani menyebut persoalan kekurangan murid juga dialami banyak sekolah di daerah tersebut.
Tahun ini terdapat 7.255 siswa yang tersebar di 502 SD negeri dan swasta, sementara sekolah yang mampu memenuhi kuota penerimaan hanya kurang dari 10 lembaga. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto