Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Veda Ega Cuek dengan Kutukan Marquez di Mandalika, Fokus Tatap Moto3 Indonesia

Titis Osi Kurniawan • Kamis, 16 Juli 2026 | 07:05 WIB
Veda Ega Pratama berhasil menembus posisi lima besar klasemen sementara Moto3.
Veda Ega Pratama berhasil menembus posisi lima besar klasemen sementara Moto3.

Jawa Pos Radar Madiun - Pembalap muda potensial Indonesia, Veda Ega Pratama, mengaku sama sekali tidak memercayai mitos kutukan Marc Marquez atau yang lebih dikenal luas sebagai "Marquez curse" di Pertamina Mandalika International Circuit.

Baginya, dinamika di atas lintasan murni dipengaruhi oleh faktor teknis kendaraan serta kondisi sirkuit, bukan hal supranatural.

Istilah kutukan Marquez sendiri mendadak viral di jagat dunia maya setelah pembalap peraih delapan kali juara dunia tersebut tercatat tidak pernah sekalipun menyentuh garis finis di MotoGP Indonesia selama empat musim beruntun.

Terakhir, pembalap asal Spanyol yang menyandang status juara dunia MotoGP 2025 itu harus kandas di gravel pada lap awal.

"Kalau kami berdua (Veda dan Mario Aji) tidak percaya. Ya (kutukannya) buat Marquez kan bukan buat kami," ujar Veda Ega.

Pembalap berbakat ini memilih menutup telinga dari segala spekulasi liar di luar sirkuit.

Baca Juga: Jadwal Pertandingan Pramusim Manchester United 2026: Hadapi AC Milan hingga PSG

Faktor Geografis Pesisir Pantai dan Ketidakpastian Arah Angin

Letak sirkuit yang berbatasan langsung dengan laut lepas menyajikan tantangan aerodinamika yang rumit bagi para penunggang kuda besi.

Pembalap muda asal Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, ini menilai bahwa opini publik di luar lintasan terkadang justru lebih menjerumuskan mental bertanding.

Oleh sebab itu, ia memastikan isu miring tersebut sama sekali tidak memengaruhi kondisi psikologis dirinya maupun sang rekan, Mario Aji.

Menurut analisis Veda, sirkuit sepanjang 4,31 kilometer tersebut memang menyuguhkan tingkat kesulitan yang unik karena hembusan angin pantai yang tergolong kencang.

Karakteristik alam inilah yang dinilai menjadi faktor logis mengapa Marc Marquez kerap mengalami kesulitan mekanis untuk menuntaskan balapan hingga lap terakhir.

"Mungkin karena suhu atau angin. Angin yang arahnya tidak bisa diprediksi karena kami ada di pinggir laut," tutur Veda.

Baca Juga: BBM B50 dari Sawit Tak Merusak Mesin Kendaraan? Pemerintah Beri Jaminan, Klaim Sudah 20 Tahun Dites Ketat

Persiapan Duo Pembalap Tuan Rumah Menuju Balapan Bulan Oktober

Dukungan penuh dari publik pariwisata lombok diharapkan mampu mendongkrak performa impresif dua talenta lokal di kelas berbeda.

Dua pembalap kebanggaan tanah air, Mario Aji dan Veda Ega Pratama, telah terkonfirmasi akan turun mengaspal secara resmi dalam perhelatan akbar GP Indonesia.

Berdasarkan kalender balap, seri balapan kandang yang dinanti-nanti ini dijadwalkan akan berlangsung mulai tanggal 9 hingga 11 Oktober mendatang.

Mario Aji yang akrab dengan julukan Super Mario akan bertarung habis-habisan di kelas Moto2 Indonesia guna mengamankan poin krusial. Sementara itu, Veda Ega Pratama yang menjalani musim perdananya sebagai pembalap rookie siap memberikan kejutan terbaiknya di kelas Moto3 Indonesia. (naz)

Editor : Mizan Ahsani
veda ega marc marquez Mario Aji mandalika moto3