Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Tak Tega Lihat Raut Memelas, Patungan Beli Gerinda Bekas

Hengky Ristanto • Senin, 20 Desember 2021 | 01:17 WIB
PERTOLONGAN KALI PERTAMA: Widayat, warga Sedeng, Pacitan, menjadi ’’pasien’’ pertama yang ditolong unit damkar. (SATPOL PP PACITAN FOR RADAR MADIUN)
PERTOLONGAN KALI PERTAMA: Widayat, warga Sedeng, Pacitan, menjadi ’’pasien’’ pertama yang ditolong unit damkar. (SATPOL PP PACITAN FOR RADAR MADIUN)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Problem tak lazim itulah yang belakangan kerap dimintakan pertolongan ke Unit Pemadam Kebakaran Satpol PP Pacitan. Hingga pekan kemarin, sudah sepuluh warga yang minta dicopotkan paksa cincin yang melingkar di jarinya. Demi membantu sesama, petugas damkar akhirnya menjelma sebagai Sang Penakluk Lekuk.


Unit ini menerima ’’orderan’’ kali pertama di akhir 28 Desember 2020. Bermula saat seorang peserta pelatihan pemadam kebakaran di alun-alun Pacitan mengeluh tangannya kesakitan. Akibat jari manisnya dililit cincin kawin. ‘’Saat itu ada yang tanya bisa lepas cincin tidak? Saya jawab bisa, tapi tidak sekarang. Alasannya repot, padahal karena waktu itu kami belum punya alat,’’ ungkap Sugiyanto, petugas damkar Satpol PP Pacitan, Minggu (19/12).


Saat itu, tak satu pun alat yang dimiliki unit pemadam kebakaran tersebut cocok untuk memotong lempengan emas yang melilit di jari ’’pasien’’-nya. Tak ingin masyarakat kecewa, Sugiyanto pun meminta si peminta tolong itu datang sepekan berikutnya. ‘’Kami latihan dulu dan cari alatnya,’’ kenangnya.


Sayangnya, niat baik petugas berbaju biru itu tak berjalan mulus. Lantaran pengadaan alat yang mendadak, pengajuan pembelian bor mini tak dapat direalisasikan. ‘’Karena telanjur janji dan kasihan, kami patungan beli gerinda mini bekas seharga Rp 500 ribu,’’ ujarnya.


Tak ingin asal motong, permintaan pelatihan sempat diajukan Damkar Pacitan ke Pusdiklat Damar di Ciracas, Pemprov DKI. Apesnya, tak satu pun petugas di ibu kota itu punya keahlian memotong cincin. ‘’Kami hanya dikirimi video tutorialnya. Akhirnya latihan singkat dari YouTube,’’ tuturnya.


Setelah dirasa mampu melepaskan cincin dengan gerinda, unit ini mengundang si peminta tolong dari Sedeng, Pacitan, tersebut. Pertolongan pertama itu pun berjalan mulus. ‘’Pemotongannya mulai pukul 12.30 hingga 13.12,’’ kenang Sugiyanto.


Meski terlihat sepele, memotong cincin yang masih melekat di jari bukan perkara gampang. Selain ukurannya yang kecil, petugas mesti berhati-hati agar putaran gerinda tak melukai jari pemakai cincin. Petugas biasanya menyisipkan potongan kaleng bekas di antara jari dan cincin. Roda gerinda juga sering-sering disiram air agar tak panas saat digunakan memotong cincin. ‘’Yang jelas butuh keterampilan dan latihan agar tak melukai tangan,’’ terangnya.


Damkar mencatat, sedikitnya 10 cincin telah dipotong paksa. Permintaan tolong itu mayoritas dari Kecamatan Pacitan dan Donorojo. ‘’Rata-rata yang minta tolong itu jarinya sudah bengkak. Bahkan ada yang sampai masuk ke daging karena saking lamanya tidak dilepas,’’ ungkapnya. (gen/c1/fin/her)

Editor : Hengky Ristanto
#pacitan #pemadam kebakaran #satpol pp