Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Nihil Laporan Kasus Baru, Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Terkendali

Andi Chorniawan • Senin, 11 September 2023 | 15:00 WIB

 

SALAH SATU UPAYA: Petugas DKPP Pacitan melakukan vaksinasi hewan ternak untuk menekan kasus PMK beberapa waktu lalu. (NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN)
SALAH SATU UPAYA: Petugas DKPP Pacitan melakukan vaksinasi hewan ternak untuk menekan kasus PMK beberapa waktu lalu. (NUR CAHYONO/JAWA POS RADAR PACITAN)

PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Naga-naganya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Pacitan mulai terkendali. Dinas ketahanan pangan dan pertanian (DKPP) setempat mencatat, sejak tiga hari terakhir tidak ada temuan atau laporan kasus baru.

Ini lantaran DKPP menerapkan sejumlah strategi dalam penanganannya. Sehingga, mampu mencatatkan nihil kasus baru PMK. Pun, Pacitan patuh melaksanakan vaksinasi pada hewan ternak rawan PMK. ‘’Zero case reported,’’ kata Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Pacitan Kus Handoko, Minggu (10/9).

Berdasarkan data situs resmi satgas PMK per 10 September, total hewan ternak yang terinfeksi virus pok ini 636 kasus. Hewan sembuh 586 ekor, mati 34 ekor, dan dipotong bersyarat 16 ekor. ‘’Sudah terkendali tidak ada kasus baru, sementara kasus aktif nol,’’ klaimnya.

Keberhasilan itu, juga lantaran pihaknya melakukan pengendalian pergerakan hewan secara ketat. Kontrol dan koordinasi rutin antara pemkab dan pemerintah desa (pemdes) dalam menekan penyebaran wabah pun dilakukan. Tujuannya, agar sesuai kebijakan multilevel yang tertuang dalam lima strategi satgas PMK. 

Yakni, biosecurity, pengobatan dan pemulihan hewan ternak, pengujian hewan ternak, penyembelihan bersyarat, dan vaksinasi. ‘’Tingkat kesembuhan cukup baik, didukung vaksinasi untuk menambah tingkat kekebalan hewan sehat dan hewan sakit sudah cukup banyak yang kami sembuhkan,’’ ujarnya.

Namun, kus menggarisbawahi  zero case report bukan berarti tidak ada kasus. Hanya tidak ada laporan kasus aktif baru. Sehingga, masih perlu kajian surveilan, uji laboratorium dan kajian lanjutan. ‘’Sekarang wilayah yang secara historis ada kasus dilakukan vaksinasi untuk membentuk kekebalan,’’ pungkasnya. (hyo/sat)

Editor : Andi Chorniawan
#kasus #terkendali #Wabah Penyakit Mulut dan Kuku