PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejatinya, fasilitas dan infrastruktur pendukung industri wisata di Pacitan semakin representatif.
Namun faktanya, sepanjang tahun lalu tingkat kunjungan wisata justru turun.
Dinas pariwisata, kebudayaan, kepemudaan dan olahraga (disparbudpora) setempat mencatat ada penurunan angka kunjungan wisata ke Pacitan sebesar 20 persen.
Sepanjang 2023 lalu, 1,2 juta wisawatan pelesiran di Pacitan. Sedangkan pada 2022 mencapai 1,5 juta pelancong.
‘’Dibanding 2022, penurunnya sekitar 300 ribu wisatawan,’’ kata Kepala Disparbudpora Pacitan Turmudi, Senin (8/1).
Menurut dia, Pantai Klayar masih menjadi primadona. Objek wisata ini dikunjungi 219.306 wisatawan. Disusul Pantai Watukarung 107.763 pelancong dan Gua Gong 102.263 pengunjung.
Dari 10 destinasi yang dikelola pemkab, tercatat 667.085 wisatawan atau kurang dari 50 persen dari total kunjungan. ‘’Sisanya ke objek yang dikelola swasta dan desa,’’ ujarnya.
Turmudi berdalih, penurunan jumlah wisatawan antara lain dipicu proses transisi pasca-pandemi Covid-19 hingga banyaknya liburan panjang.
Turunnya tingkat kunjungan berpengaruh pada pendapatan asli daerah (PAD) yang tidak maksimal.
‘’Ini terjadi bukan hanya di Pacitan, saya kroscek wisatawan ke Jogja juga turun,’’ klaimnya. (hyo/sat)
Kunjungan Wisatawan 2023
- Gua Gong: 102.263
- Banyu Anget: 43. 764
- Gua Tabuhan: 7.457
- Pantai Klayar: 219.306
- Pantai Srau: 80.648
- Pantai Watukarung: 107.763
- Pantai Pancer Door: 84.953
- Pantai Taman: 11.286
- Pantai Buyutan: 9.644
Kunjungan Wisatawan 2022
- Gua Gong: 140.058
- Banyu Anget: 53.219
- Gua Tabuhan: 12.067
- Pantai Klayar: 312.426
- Pantai Srau: 72.377
- Pantai Watukarung: 116.205
- Pantai Pancer Door: 80.677
- Pantai Taman: 10.160
- Pantai Buyutan: 17.797
- Pantai Teleng Ria: 197.332
- Pantai Soge: 146.740
- Pantai Pidakan: 34.510
- Pantai Banyu Tibo: 6.655
- Sungai Maron: 113.279
- Pantai Ngiroboyo: 24.826
Editor : Mizan Ahsani