PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun – Belum semua daerah benar-benar siap merealisasikan program makan siang dan susu gratis (MSSG) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Salah satunya, Pemkab Pacitan.
Alasannya, infrastruktur untuk mendukung program nasional tersebut belum terpenuhi.
Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, (DKPP) Pacitan Sugeng Santoso, pemkab harus menyiapkan lahan pakan peternakan sapi perah seluas 127 hektare.
Luasan tersebut dihitung berdasarkan kebutuhan pakan untuk 421 ekor sapi perah yang bakal disalurkan Kementerian Pertanian (Kementan).
‘’Kami pelajari kemampuan petani dan luas lahan pakan hijauan lebih dahulu,’’ katanya, Senin (28/10).
Jika program itu berjalan saat ini, hasil produksi susu peternak belum meng-cover kebutuhan 150 mililiter per anak di Pacitan.
Pasalnya, dengan populasi 562 ekor sapi perah yang ada, rata-rata hasil produksi susunya 4.000-4.500 liter per hari.
Menurut hitung-hitungan pemkab, angka tersebut belum cukup.
‘’Itu baru mencukupi sekitar 33 ribu anak SD. Sementara SMP, SMA dan ibu hamil belum ter-cover,’’ bebernya.
Untuk mencukupi program unggulan pemerintah pusat itu, pemkab bakal mendatangkan 421 ekor sapi dari Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan.
Progran ini juga untuk mendukung pemenuhan satu juta ekor sapi di Jawa Timur.
‘’Kami sediakan lahan hijauan dan kita targetkan 1.000 ekor sekabupaten,’’ ujarnya.
Sugeng menambahkan, konsumsi susu memang baik untuk nutrisi masyarakat.
Pengembangan peternakan sapi perah pun berpeluang meningkatkan perekonomian peternak.
Untuk itu pihaknya mendorong peternak meningkatkan kualitas dan kuantitas susu. Dengan program yang akan berjalan diharapkan memenuhi kebutuhan. (hyo/sat)
Editor : Mizan Ahsani