Jawa Pos Radar Pacitan – Arah kebijakan fiskal Pemkab Pacitan tahun depan bakal bergeser.
Berdasarkan nota bupati dalam Raperda APBD 2026, alokasi belanja bantuan sosial (bansos) meningkat signifikan, sementara belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi justru turun tajam.
Dalam sidang paripurna DPRD Pacitan, Wakil Bupati Gagarin Sumrambah menyampaikan total pendapatan daerah tahun depan diproyeksikan Rp 1,6 triliun, turun sekitar Rp 94,7 miliar atau 5,4 persen dibandingkan APBD 2025.
“Penurunan disebabkan kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat,” ungkap Gagarin.
Belanja operasi direncanakan sebesar Rp 1,2 triliun, turun 3,09 persen dibanding tahun sebelumnya.
Namun, terjadi pergeseran komposisi yang cukup mencolok.
Belanja modal jalan, jaringan, dan irigasi hanya dianggarkan Rp 58,38 miliar, turun 34,83 persen dari Rp 89,57 miliar di 2025.
Sebaliknya, bansos naik dua kali lipat dari Rp 680,4 juta menjadi Rp 1,4 miliar tahun depan.
Menurut Gagarin, arah kebijakan anggaran tahun depan tetap selaras dengan visi-misi kepala daerah dalam RPJMD 2025–2029, terutama dalam peningkatan kesejahteraan sosial dan pemerataan pembangunan.
“Tema RKPD 2026 nanti adalah Penguatan Kemandirian Ekonomi Masyarakat dan Keberdayaan Sosial,” ujarnya.
Selain memperkuat sektor sosial, APBD 2026 juga menegaskan komitmen pemerintah terhadap pelayanan dasar, terutama pendidikan dan kesehatan.
Minimal 20 persen anggaran akan tetap dialokasikan untuk pendidikan sesuai amanat undang-undang. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto