Jawa Pos Radar Madiun – Kebutuhan infrastruktur jembatan di Kabupaten Pacitan masih tinggi.
Dari total 17 usulan yang diajukan melalui program pusat bersama TNI, baru dua yang terealisasi.
Pembangunan tersebut tersebar di dua titik. Yakni di Desa Gawang, Kecamatan Kebonagung, dan Desa Pagutan, Kecamatan Arjosari.
Komandan Kodim 0801 Pacitan Letkol ARH Imam Musahirul mengatakan, realisasi pembangunan jembatan masih jauh dari kebutuhan yang diajukan.
"Dua titik di yang sudah dikerjakan berada di Gawang, Kebonagung, dan Pagutan, Arjosari," kata Imam, Selasa (7/4).
Sementara itu, nasib 15 usulan lainnya masih belum jelas. Pihaknya menyebut pembangunan menunggu perintah dan persetujuan dari komando atas.
"Semoga terealisasi semua. Kalau ada tambahan usulan dari desa juga akan kami akomodir,” ujarnya.
Jenis jembatan yang dibangun akan menyesuaikan kondisi geografis masing-masing wilayah. Mulai dari jembatan beton, gantung, hingga konstruksi aramco dan bailey.
Menurut Imam, dua jembatan yang telah dibangun menggunakan model gantung karena dinilai paling efektif.
“Dua yang sudah kami kerjakan itu jembatan gantung, karena paling efektif untuk kondisi di sana. Nanti yang lain menyesuaikan kebutuhan,” jelasnya.
Seluruh usulan pembangunan berasal dari desa. Penentuan lokasi dilakukan melalui koordinasi antara Babinsa dan pemerintah desa setempat.
“Babinsa berkoordinasi dengan kepala desa untuk menentukan lokasi yang paling dibutuhkan dan berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Hengky Ristanto