PACITAN – Seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Pacitan 2026 mulai bergulir.
Formasi yang dibutuhkan tidak berubah, tetap mengacu pada pola nasional 17, 8, dan 45.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pacitan Turmudi menyebut, pelaksanaan seleksi tetap berjalan meski ada efisiensi anggaran.
Kegiatan tersebut dinilai penting karena menjadi bagian dari peringatan hari besar nasional.
“Formasi paskibraka tahun ini tetap mengacu pada pola nasional, yakni 17, 8, dan 45,” ujarnya, Kamis (30/4).
Peserta seleksi berasal dari berbagai sekolah tingkat SMA dan SMK di Pacitan.
Tidak ada pembatasan kuota khusus bagi masing-masing sekolah.
Penentuan jumlah peserta yang lolos sepenuhnya bergantung pada kemampuan individu.
“Bergantung kemampuan masing-masing siswa, ada yang banyak, ada juga yang hanya satu atau dua,” jelas Turmudi.
Sebelum ditetapkan sebagai anggota Paskibraka, peserta harus melalui serangkaian tahapan seleksi.
Mulai dari administrasi, tes pembinaan ideologi Pancasila (PIP), tes intelegensia umum (TIU), tes kepribadian, hingga tes parade dan peraturan baris berbaris (PBB), serta tes kesamaptaan.
Rencananya, pemusatan latihan akan dimulai pada 1 Agustus mendatang selama sekitar 15 hari.
Setelah itu, terdapat tambahan waktu dua hari untuk pengukuhan serta persiapan menjelang upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. (hyo/den)
Editor : Hengky Ristanto