Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Perkuat Ekonomi Lokal, Bulog Kucurkan Bantuan Modal RPK Mandiri Senilai Jutaan Rupiah di Pacitan

Suci Oktavia • Rabu, 13 Mei 2026 | 17:15 WIB
Bulog mendorong kemandirian usaha mikro dan kecil melalui program TJSL Bulog Peduli RPK Mandiri.
Bulog mendorong kemandirian usaha mikro dan kecil melalui program TJSL Bulog Peduli RPK Mandiri.

Jawa Pos Radar Madiun - Akses pangan yang murah dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat tidak akan terwujud tanpa adanya sinergi yang kuat di tingkat akar rumput.

Kesadaran inilah yang mendorong Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) untuk turun langsung memberdayakan para pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di berbagai daerah.

Melalui sebuah inisiatif strategis bertajuk Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bulog Peduli RPK Mandiri, puluhan pelaku usaha di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, kini mendapatkan kucuran modal segar. 

Bantuan ini diserahkan langsung pada Rabu (13/5) di Pendopo Kantor Bupati Pacitan, sebagai langkah taktis untuk mencetak agen-agen baru Rumah Pangan Kita (RPK) yang mandiri dan berdaya saing tinggi.

Acara penyerahan bantuan strategis tersebut dihadiri langsung oleh Direktur SDM dan Transformasi Perum Bulog Sudarsono Hardjosoekarto, yang didampingi oleh Wakil Bupati Pacitan Gagarin Sumrambah. 

Pelaksanaan kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari jajaran dinas terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pacitan. 

Tampak hadir perwakilan dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, hingga Dinas Perdagangan dan Tenaga Kerja. Kehadiran berbagai elemen pemerintahan ini menegaskan betapa krusialnya program tersebut dalam mendukung pilar perekonomian daerah.

Program Bulog Peduli RPK Mandiri dirancang secara khusus untuk menjawab tantangan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) ke-8, yakni menciptakan pekerjaan yang layak sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Secara bisnis, langkah ini sangat sejalan dengan fokus hilirisasi Bulog untuk memperluas jaringan distribusi penjualan produk pangan, sembari menumbuhkan kemandirian finansial para pengusaha kecil di tingkat desa maupun kecamatan.

Baca Juga: Sukses Turunkan Risiko Stunting, Program Gizi Dahsat Desa Beran Padukan Kelas Memasak hingga Bazar Ekonomi

Berkaitan dengan misi besar perusahaan pelat merah tersebut, Sudarsono menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata komitmen mereka dalam menghadirkan program sosial yang membawa dampak instan sekaligus berjangka panjang bagi roda perekonomian lokal.

“Melalui Program Bulog Peduli RPK Mandiri, kami berharap UMK penerima manfaat dapat tumbuh menjadi mitra strategis Bulog dalam memperluas akses pangan berkualitas dan terjangkau bagi masyarakat. Bantuan ini bukan hanya modal awal usaha, tetapi juga langkah bersama untuk membangun RPK yang aktif, mandiri, dan berkelanjutan,” ujar Sudarsono.

Penyaluran bantuan ini tentu tidak dilakukan secara asal. Sebanyak 30 UMK binaan di bidang perdagangan yang beruntung terpilih telah melewati serangkaian proses yang sangat ketat.

Mereka harus melalui tahapan rekomendasi, survei lapangan, hingga verifikasi faktual yang melibatkan tim dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perindustrian Kabupaten Pacitan.

Setiap pelaku usaha mikro yang dinyatakan lolos verifikasi berhak membawa pulang paket bantuan modal awal senilai Rp 5.300.000.

Paket komplet ini tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan diwujudkan dalam bentuk komoditas dan produk pangan kualitas unggul standar Bulog yang siap jual.

Tidak hanya itu, penerima manfaat juga dibekali dengan berbagai fasilitas pendukung operasional, seperti rak pajang produk yang kokoh, spanduk resmi identitas RPK, kaus seragam Bulog, serta peranti pendukung niaga lainnya.

Melalui gebrakan di Pacitan ini, Bulog berharap dapat menciptakan efek domino yang positif di tengah masyarakat. 

UMK yang semakin berdaya akan secara otomatis membantu pemerintah dalam memperluas pemerataan akses pangan yang terjangkau. 

Pada akhirnya, sinergi yang solid antara korporasi, pemerintah daerah, dan pengusaha kecil ini akan bermuara pada terciptanya stabilitas harga komoditas pokok serta terjaminnya sistem ketahanan pangan yang tangguh di Jawa Timur. (*)

Editor : Mizan Ahsani
#rpk mandiri #pacitan #po tunas muda trans #bulog #usaha mikro