Jawa Pos Radar Madiun - Keterbatasan lahan tak menghambat perluasan akses pendidikan Islam di Pacitan.
Melalui kolaborasi dengan masyarakat, Kemenag Pacitan berhasil merealisasikan hibah tanah wakaf untuk pembangunan tiga madrasah negeri baru.
Plt Kepala Kantor Kemenag Pacitan Bambang Hadi Suprapto mengatakan, tiga lembaga pendidikan yang berdiri melalui skema tersebut yakni MAN 2 Pacitan,
di Desa Cokrokembang, Kecamatan Ngadirojo, MTsN 4 Pacitan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, serta MTsN 5 Pacitan di Desa Donorojo, Kecamatan Donorojo.
Baca Juga: Tri Sinergi Cabdindik Jatim Wilayah Pacitan Sukses Bentuk Karakter dan Prestasi Pelajar
’’Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kepedulian para wakif yang menyerahkan tanahnya menjadi bukti nyata dukungan terhadap masa depan generasi muda Pacitan,’’ ujarnya.
Menurut Bambang, seluruh proses hibah hingga sertifikasi wakaf dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan hukum,
agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Kemenag juga memberikan pendampingan administrasi hingga legalisasi aset.
Keberadaan tiga madrasah tersebut diharapkan memperluas akses pendidikan Islam berkualitas,
bagi masyarakat di wilayah pinggiran sekaligus mengurangi konsentrasi sekolah negeri di kawasan perkotaan.
Baca Juga: Gagas Gema Adimas dan Digitalisasi EMIS, Kepala Kantor Kemenag Magetan Dorong Mutu Madrasah Modern
Atas keberhasilannya menggerakkan partisipasi masyarakat melalui wakaf produktif untuk pengembangan pendidikan,
Bambang Hadi Suprapto menerima penghargaan Special Achievement pada Radar Madiun Education Awards 2026.
’Sinergi ini membuktikan wakaf mampu menjadi solusi memperluas akses pendidikan sekaligus investasi bagi masa depan bangsa,’’ pungkasnya. (uci/ser/naz)
Editor : Tim Magang Radar Madiun